E-money exchanger listing

Belajar dan Memahami Ilmu Dasar Teknik Tenaga Listrik Serta Penerapannya

Sistem Pembangkit Tenaga Listrik
A. Teori Elektron
Dasar untuk mengerti listrik adalah teori elektron. Teori ini menyatakan bahwa semua materi mempunyai dimensi (ruang) dan berat, materi dalam bentuk unit yang tidak mungkin dipisahkan lagi disebut atom. Dalam atom terdapat partikel yaitu, proton, neutron, dan elektron. Proton dan neutron merupakan inti dari atom yang disebut dengan muckleus. Sedangkan elektron bergerak spin sambil mengitari inti dalam orbit tertentu, seperti yang dirunjukan oleh gambar di bawah ini.

Proton dan elektron bermuatan listrik dalam jumlah yang sangat kecil, proton merupakan pembawa muatan positif dan elektron pembawa muatan negatif. Dalam sebuah atom stabil, jumlah muatan proton sama dengan jumlah muatan elektron. Sedangkan neutron tidak mempunyai muatan listrik.
Atom dibedakan oleh jumlah elektron yang mengitari intinya. Contohnya atom hidrogen mempunyai satu elektron pada orbitnya, sedangkan atom timah mempunyai 82 elektron pada orbiynya, sedangkan atom timah mempunyai 82 elektron yang mengitari inti dalam orbit yang berbeda. Pergerakan elektron ini tidak membuat atom menjadi terpecah, berantakan, karena dalam suatu atom terdapat keseimbangan gaya/ momen di dalamnya. Gerak muatan positif dan muatan negatif bertentangan satu sama lain dalam suatu konduktor. Aliran dari jumlah kedua muatan ini akan memntukan besarnya arus listrik yang mengalir.

B. Energi Listrik
Energi listrik merupakan energi yang mudah dikonversikan, dibangkitkan, didistribusikan dengan proses yang efisien, efektif, ekonomis dibandingkan dengan energi yang lain. Energi listrik didapat dari merubah bentuk energi lainnya, seperti gerak, panas, kimia dan nuklir. PLTA, PLTU, PLTD adalah penghasil listrik dengan merubah energi gerak menjadi energi listrik. Alat yang digunakan di sini adalah generator.

C. Sistem Teknik Tenaga Listrik
Teknik tenaga listrik adalah satu-satunya bidang yang secara khusus berkaitan dengan pembangkitan dan transmisi daya listrik dari satu tempat ke tempat lain. Sistem tenaga listrik merupakan sekumpulan pusat listrik dan gardu induk (pusat beban) yang satu sama lain dihubungkan oleh Jaringan Transmisi sehingga merupakan sebuah kesatuan interkoneksi
Sistem Tenaga listrik terbagi :

1. Sistem Pembangkitan
Sistem pembangkitan tenaga listrik berfungsi membangkitkan energi listrik melalui berbagai macam pembangkit tenaga listrik.
Pada pembangkit tenaga listrik ini sumber-sumber energi alam dirubah oleh penggerak mula menjadi energi mekanis yang berupa kecepatan atau putaran, selanjutnya energi mekanis tersebut di rubah menjadi energi listrik oleh generator.
Sumber-sumber energi alam dapat berupa :

  • Bahan bakar yang berasal dari fossil : batubara, minyak bumi, gas alam.
  • Bahan galian : uranium, thorium.
  • Tenaga air, yang penting adalah tinggi jatuh air dan debitnya.
  • Tenaga angin, daerah pantai dan pegunungan.
  • Tenaga matahari.

2. Sistem Transmisi
Sistem Transmisi berfungsi menyalurkan tenaga listrik dari pusat pembangkit ke pusat beban melalui saluran transmisi. Saluran transmisi akan mengalami rugi-rugi tenaga, maka untuk mengatasi hal tersebut tenaga yang akan dikirim dari pusat pembangkit ke pusat beban harus ditransmisikan dengan tegangan tinggi maupun tegangan ekstra tinggi.

3. Sistem Distribusi

Sistem Distribusi berfungsi mendistribusikan tenaga listrik ke konsumen yang berupa pabrik, industri, perumahan dan sebagainya. Transmisi tenaga dengan tegangan tinggi maupun ekstra tinggi pada saluran transmisi di rubah pada gardu induk menjadi tegangan menengah atau tegangan distribusi primer, yang selanjutnya diturunkan lagi menjadi tegangan untuk konsumen

Prinsip kerja dalam sistem tenaga listrik dimulai dari bagian pembangkitan kemudian disalurkan melalui sistem jaringan transmisi kepada gardu induk dan dari gardu induk ini disalurkan serta dibagi-bagi kepada pelanggan melalui saluran distribusi.
Tegangan generator pada umumnya rendah antara 6 kV sampai 24 kV, maka tegangan ini biasanya dinaikan dengan pertolongan transformator daya ke tingkat tegangan yang lebih tinggi antara 30 kV sampai 500 kV (dibeberapa negara maju bahkan sudah sampai 1000 kV). Tingkat tegangan yang lebih tinggi ini, selain untuk memperbesar daya hantar dari saluran yang berbanding lurus dengan kuadrat tegangan, juga memperkecil rugi-rugi daya dan jatuh tegangan pada saluran.
Penurunan tegangan dari tingkat tegangan transmisi pertama-pertama dilakukan pada gardu induk (GI), dimana tegangan diturunkan ke tegangan yang lebih rendah, misalnya dari 500 kV ke 150 kV atau dari 150 kV ke 70 kV.

Kemudian penurunan kedua dilakukan pada gardu induk distribusi dari 150 kV ke 20 kV atau dari 70 kV ke 20 kV. Tegangan 20 kV ini disebut tegangan distribusi primer.
Ada dua kategori saluran transmisi, saluran udara (overhead lines) dan saluran kabel tanah (underground cable). Untuk saluran udara menyalurkan tenaga listrik melalui isolator-isolator, sedangkan saluran kabel tanah menalurkan tenaga listrik melalui kabel-kabel yang ditanam dibawah permukaan tanah.

D. Macam-macam tenaga listrik
Macam-macam pembangkit listrik yang sudah umum digunakan dalam suatu upaya untuk menghasilkan suatu energi listrik:

Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU)
Pembangkit listrik jenis ini memanfaatkan bahan bakar minyak, gas alam, atau batubara untuk membangkitkan panas dan uap pada BOILER.

Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG)
Sebagaimana halnya Pusat Listrik Tenaga Diesel, PLTG merupakan mesin dengan proses pembakaran dalam (internal combustion). Bahan baker berupa minyak atau gas alam dibakar di dalam ruang pembakar (combustor).

Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal di mana panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik. PLTN termasuk dalam pembangkit daya base load, yang dapat bekerja dengan baik ketika daya keluarannya konstan (meskipun boiling water reactor dapat turun hingga setengah dayanya ketika malam hari).

Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA)
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah salahsatu pembangkit yang memanfaatkan aliran air untuk diubah menjadi energi listrik Pembangkit listrik ini bekerja dengan cara merubah energi air yang mengalir (dari bendungan atau air terjun) menjadi energi mekanik (dengan bantuan turbin air) dan dari energi mekanik menjadi energi listrik (dengan bantuan generator).
E. Macam-macam arus teknik tenaga listrik
Dalam teknik tenaga listrik dikenal dua macam arus, yaitu :

Arus Searah (DC).
Arus searah ( DC ) adalah arus yang mengalir dalam arah yang tetap ( konstan ). Dimana masing – masing terminal selalu tetap polaritasnya. Misalkan sebagai kutub ( + ) selalu menghasilkan polaritas positif begitu pula sebaliknya. Beberapa contoh sumber arus searah ( DC ) adalah battery, accu, dynamo.

Arus Bolak – balik ( Alternating Current ).
Arus bolak – balik ( AC ) adalah arus yang mengalir dengan polaritas yang selalu berubah – ubah. Dimana masing – masing terminalnya polaritas yang selalu bergantian. Contoh Alternator ( AC generator ), PLN.

F. Elemen-elemen listrik
Listrik juga memiliki elemen-elemen, di antaranya:

  • Elemen Listrik Pasif : Elemen listrik yang mempunyai sifat menerima atau membutuhkan tegangan listrik.
  • Elemen Listrik Aktif : Elemen listrik yang mempunyai sifat membangkitkan atau memberikan tenaga listrik.


G. Keselamatan Pemanfaat Tenaga Listrik
Keselamatan yang berhubungan dengan ketenagalistrikan (electrical safety) pada dasarnya adalah segala upaya atau langkah-langkah pengamanan terhadap instalasi tenaga listrik menangkal bahaya api listrik, yaitu :

  • Perlengkapan listrik dipilih yang memenuhi standard teknik (IEC Standard) dan sesuai dengan lingkungan instalasinya, agar tidak terjadi percikan api.
  • Dimontase dengan ketentuan instalasi yang benar, atau sesuai dengan instruksi manual dari pembuatnya, kalaupun ada, dan semua sambungan dan hubungan dilakukan dengan erat.
  • Instalasi sebaiknya diperiksa dan diuji secara periodik untuk mengetahui kemungkinan kerusakan, termasuk longgarnya sambungan/hubungan.
  • Dengan melengkapi gawai proteksi arus sisa yang tepat, dapat menghindari kegagalan pengamanan atau sistem.
  • Hindari kelebihan beban pada konduktor agar tidak timbul panas pada instalasi.

G. Penerapan Teknik Tenaga Listrik
Menurut Zein Hermagasantos 1995, tenaga listrik sudah lazim digunakan oleh manusia semenjak listrik ditemukan. Saat ini dan masa yang akan datang tidak mungkin orang meninggalkan listrik. Berikut ini adalah contoh penggunaan listrik, yaitu:

  • Lampu: untuk rumah, jalan, taman, projektor, flash, dan lain-lain.
  • Panas: masak, strika, dan lain-lain.
  • Tenaga listrik: pembangkit, blower, crene, transportasi, eskalator, lift, dan lain-lain.
  • Komunikasi: radio, telepon, TV, komputer, dan lain-lain.

Dalam menggunakan tenaga listrik harus diperhatikan ratting besaran-besaran listrik, seperti tegangan, frek, phasa untuk bolak-balik, dan tegang serta fakrot ripper untuk arus searah. Frek umunya digunakan di Indonesia (PLN) adalah 50 Hz, sehingga peralatan-peralatan yang ada harus disesuaikan dengan frek tersebut.

Demikian ulasan singkan tentang Belajar dan Memahami Ilmu Tenaga Listrik Beserta Penerapannya, semoga apa yang sudah disampaikan bisa bermanfaat bagi para pembaca, dan jangan lupa untuk membagikan artikel ini agar bisa lebih bermanfaat.
loading...
loading...

Please Share

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Memahami Ilmu Dasar Mekanika Teknik dan Mengetahui Penerapannya

Jika anda sedang berjalan-jalan di kota dan melihat kiri-kanan Anda tampak bangunan menjulang tinggi. Bangunan atau gedung tersebut dalam perencanaannya sampai pelaksanaan pembangunan konstruksi melibatkan tenaga ahli di bidang teknik, baik konstruksi bangunan maupun non konstruksi. Ahli Bidang Konstruksi Bangunan wajib menguasai perhitungan-perhitungan konstruksi seperti konsruksi kayu, beton dan baja. Dasar dari perhitungan Konstruksi adalah Mekanika Teknik Statis. Dalam Teknik Sipil disebut STATIKA. Ilmu Statika adalah ilmu yang menganalisa objek yang diam bila pada objek tersebut diberi gaya luar (beban luar).
Memahami Ilmu Dasar Mekanika Teknik dan Mengetahui Penerapannya

1. Sejarah dari Mekanika Teknik dapat dipaparkan sebagai berikut :
  • Mekanika adalah cabang dari ilmu fisika yang membahas benda yang diam atau bergerak di bawah pengaruh/aksi gaya. Benda yang bergerak memakai ilmu DINAMIKA, sedang bendan yang diam memakai ilmu STATIKA.
  • Rumusan prinsip-prinsip Statika diawali dengan hukum kombinasi vektor gaya oleh Stevianus, antara tahun1548 – 1620 M.
Prinsip-prinsip Statika sangat tergantung pada pemahaman matematika dan geometri benda yang menjadi penerapan prinsip-prinsip statika pada penyelesaian persoalan – persoalan yang praktis.

2. KONSEP-KONSEP DASAR
Pemahaman tetang benda diam pada Statika disebut Struktur.
Struktur yang dianalisa oleh ilmu statika dibagi menjadi 2 bagian umum; yaitu: Struktur Statis Tertentu dan Struktur Statis Tak Tentu.

Struktur Statis Tertentu adalah: struktur yang tidak memiliki kendala yang lebih dari yang diperlukan untuk mempertahankan kesetimbangan. Pada analisa struktur tersebut hanya menggunakan persamaan kesetimbangan, cukup untuk menentukan semua reaksi yang tak diketahui; yaitu :

F = 0 M = 0
  • Diagram benda-bebas, arah gaya, dan arah momen merupakan tahapan terpenting dalam penyelesaian persoalan statika.
  • Bila arah gaya beban ke atas diberi tanda positif ( + ); dan sebaliknya ( - ).
  • Bila arah momen searah jarum jam diberi tanda positif ( + ); dan sebaliknya ( - ).
Hasil dari analisa statis tertentu ini untuk mendapatkan reaksi gaya-gaya dalam; yaitu : gaya Shear dan Momen.

Statika adalah salah satu cabang dari mekanika teknik yang berhubungan dengan analisis gaya-gaya yang bekerja pada sistem struktur yang dalam keadaan diam/statis dan setimbang. Gaya-gaya yang dimaksud disini pada umumnya termasuk gaya itu sendiri dan juga momen. Di dalam statika, sistem struktur diidealisasikan/dianggap sangat kaku sehingga pengaruh dari lendutan tidak diperhatikan. Ilmu statika umumnya merupakan salah satu mata kuliah bidang teknik pertama yang diberikan di level universitas. Prinsip-prinsip yang dipelajari dalam statika cukup mendasar dan mudah dipahami, hanya memerlukan sedikit dari hukum-hukum fisika mekanika dan matematika dasar. Akan tetapi, karena bidang teknik adalah bidang yang mengaplikasikan teori ke dalam dunia praktis, banyak penyederhanaan yang harus dilakukan sebelum suatu struktur bisa dianalisis dengan ilmu statika. Ini yang kadang membuat statika sulit untuk dipahami oleh sebagian orang. Elemen-elemen struktur yang dibahas dalam statika sudah berupa model dari bangunan fisik. Sedangkan pemodelan itu sendiri tidak secara terinci dibahas dalam statika, karena memerlukan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dan juga pengalaman. Perlu ditekankan disini bahwa meskipun dalam statika hanya membahas hal-hal yang relatif mudah, bukan berarti pengetahuan yang didapat disini tidak ada pengaplikasiannya di dunia kerja. Banyak struktur-struktur penting yang telah berhasil dibangun dan beroperasi hanya dengan mengunakan prinsip-prinsip statika. Gambar-gambar berikut adalah contoh-contoh struktur jembatan yang didesain dengan menggunakan konsep-konsep dasar yang pelajari dalam statika.

Konsep dasar dari statika adalah kesetimbangan gaya-gaya yang bekerja pada suatu struktur. Artinya semua gaya-gaya yang bekerja pada suatu struktur adalah dalam keadaan setimbang, baik struktur itu ditinjau secara keseluruhan maupun sebagian. Jadi hukum Newton ketiga, yaitu jika ada aksi maka akan diimbangi oleh reaksi. Artinya jumlah gaya-gaya yang bekerja adalah nol. Berikut akan kita coba bahas hal-hal penting di dalam statika seperti gaya, momen, free-body diagram.

Memahami Ilmu Dasar Mekanika Teknik dan Mengetahui Penerapannya
Gaya
Gaya secara sederhana bisa dikatakan sebagai suatu tarikan atau dorongan terhadap sebuah objek. Jadi kalau kamu menarik tambang yang diikatkan ke sebuah pohon, berarti kamu memberi gaya yang berupa tarikan terhadap pohon tersebut. Tergantung besarnya pohon dan juga gaya tarik yang kamu berikan, pohon itu bisa roboh, miring atau sama sekali tidak bergeming. Jadi jelas disini bahwa gaya (tarikan atau dorongan/tekanan) tidak selalu menyebabkan objek yang dikenakan bergerak/berubah lokasi. Untuk yang dorongan bisa dicontohkan dengan mobil yang sedang berada di atas jembatan. Mobil itu akan berusaha mendorong/menekan jembatan ke bawah. Besarnya dorongan oleh mobil terhadap jembatan dalam hal ini adalah sebesar berat dari mobil tersebut karna gaya berat bekerja ke arah bawah. Kalau jembatan didesain secara benar harusnya jembatan tersebut sanggup menahan gaya akibat mobil tersebut. Secara ringkas gaya adalah sebuah besaran yang bertendensi mendorong/merubah bentuk objek yang dikenakan dalam arah gaya tersebut bekerja. Bukan berarti objek yang dikenakan gaya akan berubah bentuk atau bergerak.
Memahami Ilmu Dasar Mekanika Teknik dan Mengetahui Penerapannya

Gaya adalah sebuah besaran vektor, yang secara umum artinya sebuah besaran yang tidak hanya bergantung pada besarnya saja, tapi juga arahnya. Untuk gaya, selain dua hal di atas juga bergantung pada titik bekerjanya. Jadi gaya mempunyai tiga karakteristik, yaitu besarnya, arahnya dan juga titik/lokasi bekerjanya yang biasanya direpresentasikan garis bertanda panah seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Titik aplikasi bisa direpresentasikan oleh pangkal atau ujung/kepala dari gambar anak panah. Artinya jika satu atau lebih dari tiga karakteristik ini dirubah, maka efeknya terhadap objek yang dikenakan gaya tersebut akan berubah juga. Besarnya gaya jelas pengaruhnya. Sebagai contoh, kalau kita berusaha mendorong mobil yang relative besar sendirian, kemungkinan besar mobil tidak bergerak karena gaya yang kita berikan ke mobil tidak cukup besar. Tetapi jika kita minta bantuan dua orang lagi untuk membantu mendorong mobil, maka besar kemungkinan mobil bisa didorong oleh tiga orang tersebut karena gaya yang ditimbulkan oleh ketiga orang tersebut lebih besar dibandingkan dengan gaya yang dihasilkan oleh satu orang. Arah dari gaya jelas mempunyai efek terhadap benda yang dikenai gaya tersebut seperti terlihat pada gambar dibawah ini dimana sebuah gaya diaplikasikan terhadap sebuah peti dalam dua arah berbeda, horisontal dan vertikal. Walaupun kedua gaya tersebut mempunyai besar dan titik aplikasi yang sama, akan tetapi reaksi peti tersebut terhadap gaya horisontal akan berbeda jika dibandingkan dengan reaksi terhadap gaya vertikal.

Sedangkan titik aplikasi bisa di gambarkan sebagai berikut dimana sebuah jembatan sederhana yang didukung oleh tumpuan kiri dan tumpuan kanan. Jika gaya yang bekerja posisinya dekat dengan tumpuan yang sebelah kiri (gaya direpresentasikan oleh garis penuh) maka kita dapat merasakan bahwa tumpuan yang kiri akan menerima gaya yang lebih besar dari tumpuan yang sebelah kanan. Sebaliknya jika gaya yang bekerja dekat dengan tumpuan yang sebelah kanan (gaya direpresentasikan oleh garis putus-putus) maka tumpuan sebelah kanan yang akan menerima gaya yang lebih besar. Disini terlihat bagaimana merubah titik aplikasi dari gaya merubah reaksi yang terjadi dari sistem struktur.

Momen
Momen adalah besarnya tendensi dari suatu gaya untuk memutar suatu objek/benda terhadap suatu titik. Dalam bentuk skalar, besarnya momen adalah gaya dikali lengan momen yang merupakan jarak tegak lurus antara titik yang ditinjau dan garis kerja gayanya. Gambar berikut mengilustrasikan sebuah moment. Jadi besarnya momen tergantung pada dua faktor, yaitu lengan momen dan gaya yang bekerja. Jika gaya yang bekerja besarnya tetap, maka besarnya momen akan berbanding lurus dengan lengan momen. Lengan momen besar, maka momen yang dihasilkan juga besar dan sebaliknya.
Memahami Ilmu Dasar Mekanika Teknik dan Mengetahui Penerapannya
Jadi jelas di sini bahwa dalam statika kita mempelajari analisis gaya-gaya, baik gaya-gaya yang bekerja maupun gaya-gaya dalam. Untuk menggeluti bidang teknik pada umumnya dan bidang tehnik sipil pada khususnya memerlukan latar belakang yang kuat dalam bidang fisika mekanika dan juga matematika. Selain itu juga diperlukan kreativitas yang tinggi sehingga memecahkan persoalan dan juga menghasilkan inovasi-inovasi dan/penemuan yang bermanfaat.

Demikian sekilas ulasan tentang Memahami Ilmu Dasar Mekanika Teknik dan Mengetahui Penerapannya, semoga apa yang sudah diulas bisa bermanfaat bagi para pembaca.
loading...
loading...

Please Share

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Memahami Dasar dan Aplikasi Termodinamika Pada Mata Kuliah Teknik

Memahami Dasar dan Aplikasi Termodinamika Pada Mata Kuliah Teknik
Termodinamika
Pengertian dan dasar termodinamika.
Termodinamika adalah ilmu tentang energi, yang secara spesific membahas tentang hubungan antara energi panas dengan kerja. Seperti telah diketahui bahwa energi didalam alam dapat terwujud dalam berbagai bentuk, selain energi panas dan kerja, yaitu energi kimia, energi listrik, energi nuklir, energi gelombang elektromagnit, energi akibat gaya magnit, dan lain-lain . Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain, baik secara alami maupun hasil rekayasa tehnologi. Selain itu energi di alam semesta bersifat kekal, tidak dapat dibangkitkan atau dihilangkan, yang terjadi adalah perubahan energi dari satu bentuk menjadi bentuk lain tanpa ada pengurangan atau penambahan. Prinsip ini disebut sebagai prinsip konservasi atau kekekalan energi. Prinsip thermodinamika tersebut sebenarnya telah terjadi secara alami dalam kehidupan sehari-hari. Bumi setiap hari menerima energi gelombang elektromagnetik dari matahari, dan dibumi energi tersebut berubah menjadi energi panas, energi angin, gelombang laut, proses pertumbuhan berbagai tumbuh-tumbuhan dan banyak proses alam lainnya. Proses didalam diri manusia juga merupakan proses konversi energi yang kompleks, dari input energi kimia dalam maka nan menjadi energi gerak berupa segala kegiatan fisik manusia, dan energi yang sangat bernilai yaitu energi pikiran kita. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka prinsip alamiah dalam berbagai proses thermodinamika direkayasa menjadi berbagai bentuk mekanisme untuk membantu manusia dalam menjalankan kegiatannya. Mesin-mesin transportasi darat, laut, maupun udara merupakan contoh yang sangat kita kenal dari mesin konversi energi, yang merubah energi kimia dalam bahan bakar atau sumber perpindahan diatas permukaan bumi, bahkan sampai di luar angkasa. Pabrik-pabrik dapat memproduksi berbagai jenis barang, digerakkan oleh mesin pembangkit energi listrik yang menggunakan prinsip konversi energi panas dan kerja. Untuk kenyamanan hidup, kita memanfaatkan mesin airconditioning, mesin pemanas, dan refrigerators yang menggunakan prinsip dasar thermodinamila. Aplikasi thermodinamika yang begitu luas dimungkinkan karena perkembangan ilmu thermodinamika sejak abad 17 yang dipelopori dengan penemuan mesin uap di Inggris, dan diikuti oleh para ilmuwan thermodinamika seperti Willian Rankine, Rudolph Clausius, dan Lord Kelvin pada abad ke 19. Pengembangan ilmu thermodinamika dimulai dengan pendekatan makroskopik, yaitu sifat thermodinamis didekati dari perilaku umum partikel-partikel zat yang menjadi media pembawa energi, yang disebut pendekatan thermodinamika klasik. Pendekatan tentang sifat thermodinamis suatu zat berdasarkan perilaku kumpulan partikel-partikel disebut pendekatan mikroskopis yang merupakan perkembangan ilmu thermodinamika modern, atau disebut thermodinamika statistik. Pendekatan thermodinamika statistik dimungkinkan karena perkembangan teknologi komputer, yang sangat membantu dalam menganalisis data dalam jumlah yang sangat besar.

Metode termodinamika statistik dikembangkan pertama kali beberapa tahun terakhir oleh Boltzmann di Jerman dan Gibbs di Amerika Serikat. Dengan ditemukannya teori kuantum, Bose, Einstein, Fermi, dan Dirac memperkenalkan beberapa modifikasi ide asli Boltzmann dan telah berhasil dalam menjelaskan beberapa aspek yang tidak dipenuhi oleh statistik Boltzmann. Pendekatan statistik memiliki hubungan dekat dengan termodinamika dan teori kinetik. Untuk sistem partikel di mana energi partikel bisa ditentukan, kita bisa menurunkan dengan statistik mengenai persamaan keadaan dari suatu bahan dan persamaan energi bahan tersebut. Termodinamika statistik memberikan sebuah penafsiran tambahan tentang konsep entropi.

Termodinamika statistik (Mekanika statistik), tidak seperti teori kinetik, tidak fokus pada pertimbangan tumbukan antara 1 molekul dengan molekul lain atau dengan permukaan secara detail. Malahan ia mengambil keuntungan dari fakta bahwa molekul itu memiliki jumlah yang sangat banyak dan sifat rata-rata dari sejumlah besar molekul bisa dihitung walaupun tidak berisi informasi tentang molekul tertentu. Jadi sebagai misal, perusahaan asuransi bisa memprediksi dengan ketelitian yang tinggi tentang harapan hidup rata-rata semua orang yang yang lahir di Amerika Serikat pada tahun yang diberikan, tanpa mengetahui keadaan kesehatan salah satu dari orang-orang tersebut.

Klasifikasi Sistem Termodinamika
Suatu sistem thermodinamika adalah sustu masa atau daerah yang dipilih, untuk dijadikan obyek analisis. Daerah sekitar sistem tersebut disebut sebagai lingkungan. Batas antara sistem dengan lingkungannya disebut batas sistem (boundary), seperti terlihat pada Gambar 1.1. Dalam aplikasinya batas sistem nerupakan bagian dari sistem maupun lingkungannya, dan dapat tetap atau dapat berubah posisi atau bergerak.

Memahami Dasar dan Aplikasi Termodinamika Pada Mata Kuliah Teknik
Sistem termodinamika bisa diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok:
  1. Sistem tertutup.
  2. Sistem terbuka.
  3. Sistem terisolasi.

1. Sistem tertutup.
Merupakan sistem massa tetap dan identitas batas sistem ditentukan oleh ruang zat yang menempatinya. Contoh sistem tertutup adalah suatu balon udara yang dipanaskan, dimana masa udara didalam balon tetap, tetapi volumenya berubah, dan energi panas masuk kedalam masa udara didalam balon Sistem tertutup ditunjukkan oleh gambar 1. Gas di dalam silinder dianggap sebagai suatu sistem. Jika panas diberikan ke silinder dari sumber luar, temperatur gas akan naik dan piston bergerak ke atas.
Memahami Dasar dan Aplikasi Termodinamika Pada Mata Kuliah Teknik


Ketika piston naik, batas sistem bergerak. Dengan kata lain, panas dan kerja melewati batas sistem selama proses, tetapi tidak ada terjadi penambahan atau pengurangan massa zat.

2. Sistem terbuka
Pada sistem ini, zat melewati batas sistem. Panas dan kerja bisa juga melewati batas sistem. Gambar 2 menunjukkan silinder yang menggambarkan sistem terbuka ini.

Memahami Dasar dan Aplikasi Termodinamika Pada Mata Kuliah Teknik
Zat yang melewati batas sistem adalah udara bertekanan rendah (L.P) yang memasuki kompresor dan udara bertekanan tinggi (H.P) yang meninggalkan kompresor. Kerja melewati batas sistem melalui poros penggerak dan panas ditransfer melewati batas sistem melalui dinding silinder.

3. Sistem terisolasi
Adalah sebuah sistem yang sama sekali tidak dipengaruhi oleh lingkungannya. Sistem ini massanya tetap dan tidak ada panas atau kerja yang melewati batas sistem.

Sifat-sifat Sistem
Keadaan sistem bisa diidentifikasi atau diterangkan dengan besaran yang bisa diobservasi seperti volume, temperatur, tekanan, kerapatan dan sebagainya. Semua besaran yang mengidentifikasi keadaan sistem disebut sifat-sifat sistem.

Aplikasi Termodinamika
Aplikasi termodinamika dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak dan setiap saat selalu berkembang. Secara alamiah dapat dilihat bagaimana energi dapat diubah menjadi kerja yang bermanfaat bagi manusia. Kemampuan manusia menciptakan mesin-mesin yang mampu mengubah kalor menjadi kerja sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan energi. Sebagai contoh penerapan prinsip dan metode termodinamika dapat dilihat pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), PLTN, refrigerator, mesin kalor, roket dan lain-lain.

Makroskopik versus Mikroskopik
Pada umumnya terdapat dua pandangan yang bisa diambil untuk menyelidiki karakteristik sistem dan interaksinya dengan lingkungan, yaitu pandangan makroskopik dan pandangan mikroskopik.
Misalnya kita mempunyai silinder mesin mobil yang diisi campuran hidrokarbon dan udara. Setelah campuran tersebut dibakar menghasilkan gas-gas yang diperikan dengan senyawa kimia tertentu. Pernyataan mengenai jumlah zat ini merupakan pemerian komposisi sistem itu. Setiap saat sistem yang diperikan dengan komposisi tersebut akan menempati volume yang ditentukan oleh kedudukan piston. Kuantitas lain yang dapat digunakan untuk memerikan sistem tersebut adalah tekanan dan temperatur. Jadi dengan demikian untuk memerikan sistem campuran hidrokarbon dalam silinder piston dengan empat kuantitas: komposisi, volume, tekanan dan temperatur. Kuantitas ini diacu sebagai ciri umum dari sistem dan merupakan pemerian makroskopik.
Sistem di atas dapat pula diperikan berdasarkan pandangan mikroskopik. Menurut mekanika statistik, sistem diandaikan terdiri atas sejumlah besar N molekul, masing-masing dapat ada dalam keadaan yang energinya E. Molekul ini dianggap saling berinteraksi melalui tumbukan atau melalui gaya yang ditimbulkan oleh medan. Konsep peluang diterapkan, dan keadaan setimbang sistem dianggap sebagai keadaan dengan peluang terbesar. Lebih lanjut bagaimana pemerian secara mikroskopik sistem tersebut akan dipelajari dalam mekanika statistik.

Keseimbangan Termodinamika
Pada umumnya suatu sistem berada dalam keadaan sembarang. Ini berarti bahwa dalam sistem tersebut terdapat perbedaan suhu antara bagian-bagiannya, terdapat variasi tekanan dan reaksi kimia. Apabila sistem itu ditunggu beberapa saat dapatlah terjadi hal-hal berikut:
Apabila perbedaan suhu hilang, maka dapat dikatakan sistem berada dalam keseimbangan termal. Jika variasi tekanan hilang, sistem dapat dikatakan berada dalam keseimbangan mekanik. Dan apabila sudah tidak terdapat lagi reaksi kimia pada sistem itu, dikatakan telah terjadi keseimbangan kimia. Jika ketiga macam keseimbangan telah tercapai, maka dapat dikatakan sistem dalam keseimbangan termodinamik.

Proses
Ketika suatu sistem tertutup bergeser dari keseimbangan, sistem ini menjalani sebuah proses, selama itu sifat-sifat sistem berubah sampai keadaan seimbang yang baru tercapai. Selama proses tersebut, sistem dapat berinteraksi dengan lingkungannya agar dapat menukar kalor atau usaha yang menghasilkan perubahan yang diinginkan dalam sistem atau lingkungan.
Proses termodinamika dapat didefinisikan sebagai energetik evolusi sistem termodinamika yang berubah dari keadaan awal ke keadaan akhir. Biasanya, setiap proses termodinamika dibedakan dari proses lainnya, berdasarkan karakteristik energinya, menurut parameter yang tetap misalnya suhu, tekanan, atau volume, dll. Proses termodinamika ada enam yang paling umum yaitu:

1. Proses isobarik terjadi pada tekanan konstan.
2. Proses isochorik, atau proses isometrik/isovolumetrik, terjadi pada volume konstan.
3. Proses isotermal terjadi pada suhu konstan.
4. Proses isentropik terjadi pada entropi konstan.
5. Proses isenthalpik terjadi pada entalpi konstan.
6. Proses adiabatik terjadi tanpa kehilangan atau mendapatkan panas.

Sumber : Asyari-Daryus, Termodinamika Teknik I Universitas Darma Persada – Jakarta. 9

Demikian yang bisa saya sampaikan tentang Memahami Dasar dan Aplikasi Termodinamika Pada Mata Kuliah Teknik, semoga apa yang disampaikan bisa bermanfaat, apabila ada yang mau ditanyakan silahkan isi kolom komentar.
loading...
loading...

Please Share

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Tentang dan Panduan Simpel Menambahkan Schema.org MarkUp Untuk Memaksimalkan SEO Blog / Blogspot Agar Lebih SEO Friendly

Setelah google secara resmi telah menghapus author markup dari pencarian kini untuk melakukan optimsi seo on page jatuh pada penerapan schema.org markup. banyak dari pakar seo yang mengatakan untuk sekarang ini mesin pencari akan lebih memperhatikan pada penerapan schema markup untuk mengambil potongan pada artikel atau konten yang ada pada situs anda. perubahan yang telah terjadi ini secara signifikan akan mengganti semua data markup yang ada pada blog anda. jika anda menginginkan dalam hasil pencarian yang lebih akurat dan benar di halaman pencarian google, maka penerapan optimasi schema markup sangat di rekomendasikan sejak awal. Di halaman para blogger yang lain mungkin sudah banyak sekali yang sudah menyinggung atau membahas tentang penerapan schema markup dapat meningkatkan hasil pencarian pada mesin pencari google.
Tentang dan Panduan Simpel Menambahkan MarkUp Schema.org Untuk Memaksimalkan SEO Blog / Blogspot
Sejarah dari awal kemunculan penerapan schema markup telah secara resmi di rilis oleh schema.org berikut garis besar penjelasan dari schema.org markup. schema.org adalah kolaborasi dari beberapa mesin pencari seperti Google, Microsoft (BING) dan Yahoo dalam meningkatkan situs atau web dengan cara membuat kosakata yang umum untuk mendeskripsikan data di situs web yang telah dibuat. Jika Anda sudah menambahkan markup schema.org ke halaman HTML perusahaan dan produk. mesin penelusuran Google akan memahami data pada web Anda. Demikian juga apabila Anda menambahkan markup schema.org pada email dengan format HTML sebagai tambahan gmail misalnya. mungkin google akan memahami data tersebut.

Masih berkaitan dengan masalah penerapan schema konten yang memiliki reputasi baik dan berbobot maka akan lebih mendominasi dan unggul pada hasil pencarian tentu saja, untuk lebih unggul anda juga harus memiliki konten yang unik. inilah salah satu cara bagaimana kita bisa mendapatkan hasil pencarian yang lebih baik dan bertahan lama. sementara itu dalam pemilihan template merupakan salah satu cara bagaimana memberi bobot nilai yang lebih baik juga banyak yang mengatakan jika template tidak kaya dengan meta schema bisa jadi template tersebut tidak ramah dengan mesin pencari, kemungkinan ketika robot bot spider merayapi konten tidak akan menemukan hasil yang berarti, dan satu lagi pemilihan template yang responsive juga masuk dalam point bagaimana blog kita bisa masuk dalam top one pencarian google.

Terus bagaimana caranya kita untuk mengetahui bahwa Schema.org Markup sudah diterapkan dengan benar pada web atau blog kita? anda bisa mengecek data struktur tersebut di tool google richsnippets, anda tinggal membukanya pada tab baru. hasil dari setiap halaman yang ada pada web anda akan anda lihat sendiri dengan jelas di manakah atau pada posisi mana letak kesalahan schema pada template anda. untuk yang menggunakan blogspot anda harus menggunakan schema markup dengan mengedit manual namun untukyang menggunakan platform wordpress pada setiap template anda sudah di ikut sertakan baik yang menggunakan template premium atau yang menggunakan template gratis.

Jadi apa yang perlu dan harus anda lakukan untuk bisa mendapatkan peringkat seo yang lebih baik pada mesin pencarian? secara real time anda harus lebih mengedepankan dalam membuat konten yang unik dan membenahi semua kesalahan data markup mulai dari schema.org sampai dengan kesalahan meta tag. termasuk juga harus menerapkan teori seo on page. perkaya dengan keyword yang tepat pada web atau blog anda dan fokus pada materi yang anda tulis, ini adalah cara yang terbaik untuk menciptakan seo sacara natural.

Blog seo friendly terbaru biasanya sudah menggunakan microdata schema (pemanda markup) untuk menambah ke-SEO-an blog. Kode microdata schema ini membuat posting blog mudah dikenali dan diindeks Google dan mesin pencari lainnya.

Penerapan Microdata Schema akan meningkatkan peringkat web atau blog di halaman hasil pencarian karena kutipan datanya makin lengkap (rich snippet).

Simak penjelasan Google berikut ini:
  • Schema.org adalah kolaborasi oleh Google, Microsoft, dan Yahoo! untuk meningkatkan web dengan membuat kosakata umum untuk mendeskripsikan data di web.
  • Jika Anda menambahkan markup schema.org ke laman HTML Anda, berbagai perusahaan dan produk—termasuk penelusuran Google—akan memahami data di situs Anda.
  • Demikan juga, apabila Anda menambahkan markup schema.org ke email dengan format HTML, produk email lain sebagai tambahan GMail mungkin akan memahami data tersebut.
  • Anda dapat menggunakan jenis markup yang berbeda untuk mendeskripsikan data dengan kosakata schema.org. Pemandu Markup dapat menunjukkan kepada Anda cara menggunakan microdata dan JSON-LD.
  • Pemandu Markup dapat menunjukkan kepada Anda cara menambahkan markup schema.org ke laman pada situs yang berisi artikel majalah atau koran. 
  • Jika Anda memberi markup laman ini, Google dapat membuat informasi ini tersedia sebagai cuplikan kaya di laman hasil penelusuran atau properti Google yang lain.
  • Informasi seperti judul, penulis, dan peringkat ulasan pada artikel dapat membantu pengguna menentukan laman yang akan diklik di hasil penelusuran. 
Yang Intinya, dengan Microdata Schema.org bisa membuat blog kita lebih SEO Friendly sehingga nantinya blog kita mudah dan cepat terindeks Google dan dengan berjalannya waktu blog bisa mendapatkan peringkat (rangking) terbaik di halaman hasil pencarian.

Cara Mudah Pasang Microdata Schema Org agar Blog lebih SEO Friendly
Sudah banyak para blogger atau desainer template blog yang sudah berbagi tentang tips atau cara memasang microdata schema org ke dalam template blog kita. Akan tetapi, kebanyakan rumit dan membuat pusing bagi para blogger pemula "newbie".

Nah berikut ini Cara Mudah bagaimana Memasang Microdata Schema Org untuk SEO Blog yang akan diterapkan di blog ini.
  • Cek struktur baru blog Anda di Structured Data Testing Tools Google, nanti jangan keluar dari tab ini dulu, soalnya kita akan mengecek dan membandingkan setelah kita memasang schema org ini.
  • Template > Edit HTML
  • Cari (Ctrl+F) kode di bawah ini.
<b:includable id="post" var="post">

  • Simpan kode yang ada di bawah ini tepat di bawah kode di atas :
<div class='post hentry uncustomized-post-template' property='blogpost' itemscope='' 
itemtype='http://schema.org/Blog' style='display:none;'>
<div expr:content='data:post.title' itemprop='name alternateName'/>
<div expr:content='data:post.url' itemprop='url'/>
<div content='http://www.alfacell90.blogspot.com/' itemprop='additionalType'/>
<div expr:content='data:post.thumbnailUrl' itemprop='image thumbnailUrl'/>
<span itemprop='description'><data:post.body/></span>
<span itemprop='author editor'><data:post.author/></span>
<span itemprop='datePublished dateCreated'><data:post.timestamp/></span>
<span itemprop='version'>Blognya Wong Ndeso</span>
<span itemprop="contentLocation">Jawa Tengah, Indonesia</span></div> 


  • Ganti tulisan yang berwarna merah di atas dengan versi yang Anda inginkan.
  • kemudian Save Template anda.
  • Cek struktur baru blog Anda di tab yang berbeda, apabila anda masih ingat kesalahan struktur datanya ya ga usah membuka tab baru, pada struktur data testing tool tinggal cek kembali dan bandingkan dengan pengecekan pertama yang sudah dilakukan, adakah dan berapa perubahan yang terjadi pada blog anda..
CARA LAIN PASANG SCHEMA ORG
Selain cara di atas, ada cara lain bagaimana memasang Microdata Schema org pada template blog anda, caranya akan sedikit lebih mudah, lebih jelasnya sebagai berikut:

  • masuk dasbor blog anda ==> Template ==> Edit HTML
  • Temukan kode <body> atau <body expr:class='&quot;loading&quot; + data:blog.mobileClass'> pada template anda.
  • Coppy kode berikut ini tepat di bawah dan paste kan kode tersebut tepat di bawah kode di atas:
<div itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/Blog' style='display: none;'>
<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;index&quot;'> 
<meta expr:content='data:blog.pageName' itemprop='name'/> 
<meta expr:content='data:blog.canonicalUrl' itemprop='url'/> 
<b:else/> 
<meta expr:content='data:blog.title' itemprop='name'/> 
<meta expr:content='data:blog.homepageUrl' itemprop='url'/> 
</b:if> <meta expr:content='data:blog.metaDescription' itemprop='description'/> 
<b:if cond='data:blog.postImageThumbnailUrl'> 
<meta expr:content='data:blog.postImageThumbnailUrl' itemprop='image'/> 
<b:else/> 
<meta content='//blog-logo-url-square-size-is-good' itemprop='image'/> 
</b:if>
</div>

  • Jika Anda ada yang sudah menggunakan template blog baru, maka anda bisa mencari kode seperti berikut ini dengan menggunakan "http://schema.org/Blog.
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;index&quot;'> 
<div itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/Blog' style='display: none;'> 
<meta expr:content='data:blog.title' itemprop='name'/> 
<b:if cond='data:blog.metaDescription'> 
<meta expr:content='data:blog.metaDescription' itemprop='description'/> 
</b:if> 
</div> 
</b:if>

  • Ganti semua kode tersebut pada template anda dengan kode seperti berikut ini:
<div itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/Blog' style='display: none;'>
<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;index&quot;'>
<meta expr:content='data:blog.pageName' itemprop='name'/>
<meta expr:content='data:blog.canonicalUrl' itemprop='url'/>
<b:else/>
<meta expr:content='data:blog.title' itemprop='name'/>
<meta expr:content='data:blog.homepageUrl' itemprop='url'/>
</b:if>
<meta expr:content='data:blog.metaDescription' itemprop='description'/>
<b:if cond='data:blog.postImageThumbnailUrl'>
<meta expr:content='data:blog.postImageThumbnailUrl' itemprop='image'/>
<b:else/>
<meta content='//blog-logo-url-anda' itemprop='image'/>
</b:if>
</div>

  • Ganti link yang berwarna merah dengan link logo yang ada pada blog Anda.

  • Save Template blog anda.
Setelah template blog anda dipasang Microdata Schema Org, tentu ada beberapa perubahan data yang terjadi di sana dan itu artinya ada perubahan dalam peningkatan SEO pada blog Anda.

Demikian yang bisa saya samapaikan Tentang Schema.org semoga apa yang disampaikan bisa bemanfaat dalam meningkatkan blog sobat, bila ada yang perlu ditanyakan silahkan isi kolom komentar.
loading...
loading...

Please Share

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Mengenal dan Memahami Chassis dan Bodi Kendaraan

Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi otomotif, jumlah dari kendaraan juga semakin banyak, yang dibuat dengan teknologi yang bervariasi dan komponen dengan bahan yang juga semakin maju. Bagian kendaraan garis besarnya terbagi dalam 2 kelompok besar, yaitu chassis dan bodi kendaraan.
Mengenal dan Memahami Chassis dan Bodi Kendaraan

Definisi Chassis
Chassis adalah rangka yang berfungsi sebagai penopang berat dan beban kendaraan, mesin serta penumpang. Biasanya chassis dibuat dari kerangka besi/ baja yang berfungsi memegang body dan mesin engine dari sebuah kendaraan. Syarat utama yang harus terpenuhi adalah Material tersebut harus memiliki kekuatan untuk menopang beban dari kendaraan. Chassis juga berfungsi untuk menjaga agar mobil tetap rigid, kaku dan tidak mengalami bending atau deformasi waktu digunakan.

Sejarah Singkat Chasis Atau Rangka Mobil
Rangka mobil pertama kali dibuat oleh Charles dan F. Duryea dari Springfield, Massachussets, Amerika pada tahun 1893. Mobil tersebut mirip sebuah andong tanpa kuda. Mobil Duryea kemudian diikuti oleh elwood G. Hayhes. Dirancang dan dibuat pada tahun 1894 oleh perusahaan Apperson Brothers. Kemudian Henry Ford membuat mobil pertama pada tahun 1897. Perkembangan teknologi rangka mobil relatif cepat. Dari hasil yang kasar dan produksi lambat sampai ke hasil yang halus, indah, cepat, dan efisien seperti sekarang.

Bentuk mobil tertutup baru muncul pada 1911. Tutup mobil bagian atas pada waktu itu masih sangat sederhana. Fungsinya hanya sekedar melindungi penumpang dari hujan dan terik matahari. Tutup bodi ada yang dibuat dari kanvas, tetapi ada juga dari pelat yang dipres sehingga sangat kuat. Tutup mobil yang demikian dikenal dengan sebutan hardtop, contohnya Toyota Land Cruiser.

Jenis Jenis Chassis
Ladder frame 
Dinamakan Ladder Frame karena bentuknya menyerupai tangga. Ladder frame adalah chassis yang tertua dan banyak digunakan khusunya untuk kendaraan berbeban berat (heavy duty). Chassis ini biasanya terbuat dari material baja simetris atau model balok yang kemudian di perkuat dengan crosmembers dan joint joint. untuk beberapa desain kadang kala Ladder frame diberi perkuatan besi menyilang agar tetap menjaga kekakuan strukturnya.

Mengenal dan Memahami Chassis dan Bodi Kendaraan
Monocoque
Pada Chassis jenis ini Body kendaraan berfungsi sebagai Chassis, sehingga bentuknya sanggat tergantung dari model dari kendaraan itu sendiri, Chassis monocoque atau sering kita denganr dengan nama sasis monokok, kekuatan utamanya ada pada lembaran lembaran baja/ composit yang disatukan atau diperkuat. Pada dewasa ini jenis Chassis monocoque banyak diaplikasikan pada kendaran ringan karena memiliki keuntungan diantaranya bisa menghemat pemakaian bahan selain itu dapat mempersingkat proses produksi. karena tidak perlu membuat sasis tambahan bukan.
Mengenal dan Memahami Chassis dan Bodi Kendaraan

Tubular space frame 
Jenis Chassis ini mengunakan bermacam balok atau pipa yang dirangkai menjadi satu dan hampir menyerupai ndari konstruski kendaraan tersebut. Chassis ini biasanya banyak diaplikasikan dalam dunia balap mobil, Jenis Chassis ini sangat mudah untuk ditambah atau di desain dan diberi perkuatan tambahan. Dalam struktur jenis ini sangat penting untuk memastikan semua bidang ter triangulasi (coba anda amati kuda kuda pada rumah atau jembatan dimana semua struktur tercipta dengan sambungan model segitiga. Kekuatan dari Chassis ini amat tergantung dari mutu dan kualitas sambungan las tiap sendinya.
Mengenal dan Memahami Chassis dan Bodi Kendaraan

Backbone Chassis
Ide awalnya adalah dengan membuat struktur depan dan belakangnya yang terhubung dengan sebuah rangka tube yang melintang disepanjang mobil. Tidak seperti transmisi tunel, chassis backbone ini hampir seluruhnya adalah struktur kaku dan dapat menahan semua beban. Ini terdapat beberapa lubang yang kontinyu. Karena begitu sempit dindingnya umumnya dibuat tebal. Chassis Backbone memiliki kekakuan dari luas area bagian backbone itu sendiri.
Mengenal dan Memahami Chassis dan Bodi Kendaraan

Aluminium Space Frame
Chassis jenis ini pertama kali dikembangkan oleh perusahaan mobil Audi (anak perusahaan Grup VW) bersama-sama dengan perusahaan pembuat aluminium Alcoa. Aluminium Chassis Frame dibuat untuk menggantikan chassis baja monocoque karena untuk menghasilkan sebuah rangka yang ringan. Konon Chassis jenis Aluminium Space Frame diklaim 40% lebih ringan dibanding dengan rangka baja monocoque namun 40% lebih Kaku / Rigid. Pada Gambar disamping adalah gambar chassis milik dari kendaraan Audi.
Mengenal dan Memahami Chassis dan Bodi Kendaraan

Definisi Bodi
Bodi adalah bagian dari kendaraan yang dibentuk sedemikian rupa, (pada umumnya) terbuat dari bahan plat logam (steel plate) yang tebalnya antara 0,6 mm – 0,9 mm sebagai tempat penumpang ataupun barang.

Konstruksi bodi otomotif dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Konstruksi Terpisah (Composite)
Merupakan jenis konstruksi bodi kendaraan dimana bodi dan rangkanya terpisah. Pertautan/penyambungan antara bodi dan rangka menggunakan baut dan mur. Untuk meningkatkan kenyamanan saat digunakan, maka diantara bodi dan rangka dipasang karet sebagai alat peredam getaran. Konstruksi bodi dan rangka yang terpisah ini memberikan kemudahan dalam penggantian bagian bodi kendaraan yang mengalami kerusakan, terutama bodi bagian bawah atau putusnya rangka. Konstruksi ini biasanya digunakan pada kendaraan sedan tipe lama, kendaraan penumpang dan mobil angkutan barang. (misal truck, bus, pick up dan lain sebagainya).

2. Konstruksi Menyatu (Monocoque).
Merupakan jenis konstruksi bodi kendaraan dimana bodi dan rangka tersusun menjadi satu kesatuan. Konstruksi ini menggunakan prinsip kulit telur, yaitu merupakan satu kesatuan yang utuh sehingga semua beban terbagi merata pada semua bagian kulit. Pertautan antara bodi dan rangka menggunakan las. Karena bodi dan rangka menyatu, maka bentuknya dapat menjadi lebih rendah dibanding dengan tipe composite sehingga titik berat gravitasi lebih rendah menyebabkan kendaraan akan lebih stabil. Konstruksi ini digunakan pada sedan, bahkan beberapa kendaraan MPV (Multi Purpose Vehicle) mulai menerapkan konstruksi monocoq body.

Demikian ulasan singkat tentang Mengenal dan Memahami Chassis dan Bodi Kendaraan, semoga apa yang diulas pada artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca, apabila ada yang perlu ditanyakan, silahkan isi kolom komentar.
loading...
loading...

Please Share

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More