E-money exchanger listing
Showing posts with label Prinsip Kerja Mesin. Show all posts
Showing posts with label Prinsip Kerja Mesin. Show all posts

Memahami Dasar Motor Bakar Pada Mata Kuliah Teknik Mesin

Memahami Dasar Motor Bakar Pada Mata Kuliah Teknik Mesin
Dasar Motor Bakar
Motor bakar merupakan salah satu jenis mesin penggerak yang banyak dipakai dengan memanfaatkan energi kalor dari proses pembakaran menjadi energi mekanik. Motor bakar merupakan salah satu jenis mesin kalor yang proses pembakarannya terjadi dalam motor bakar itu sendiri sehingga gas pembakaran yang terjadi sekaligus sebagai fluida kerjanya. Mesin yang bekerja dengan cara seperti tersebut disebut mesin pembakaran dalam. Adapun mesin kalor yang cara memperoleh energi dengan proses pembakaran di luar disebut mesin pembakaran luar. Sebagai contoh mesin uap, dimana energi kalor diperoleh dari pembakaran luar, kemudian dipindahkan ke fluida kerja melalui dinding pemisah.

Keuntungan dari mesin pembakaran dalam dibandingkan dengan mesin pembakaran luar adalah kontruksinya lebih sederhana, tidak memerlukan fluida kerja yang banyak dan efesiensi totalnya lebih tinggi. Sedangkan mesin pembakaran luar keuntungannya adalah bahan bakar yang digunakan lebih beragam, mulai dari bahan bakar padat sampai bahan-bakar gas, sehingga mesin pembakaran luar banyak dipakai untuk keluaran daya yang besar dengan banan bakar murah. Pembangkit tenaga listrik banyak menggunakan mesin uap. Untuk kendaran transpot mesin uap tidak banyak dipakai dengan pertimbangan kontruksinya yang besar dan memerlukan fluida kerja yang banyak.

Sejarah Motor Bakar

Sejarah motor bakar mengalami perkembangan yang menggembirakan sejak tahun 1864. Pada tahun tersebut Lenoir mengembangkan mesin pembakaran dalam tanpa proses kompresi. Campuran bahan bakar dihisap masuk silinder dan dinyalakan sehingga tekanan naik, selanjutnya gas pembakaran berekspansi yang mendorong piston, langkah berikutnya gas pembakaran dibuang. Piston kembali bergerak menghisap campuran bahan bakar udara dengan menggunakan energi yang tersimpan dalam roda gila. Mesin Lenoir pada tahun 1865 diproduksi sebanyak 500 buah dengan daya 1,5 hp pada putaran 100 rpm.

Mesin berikutnya yang lebih efesien dari mesin Lenoir adalah Otto langen engine. Mesin ini terdiri dari piston yang tidak dihubungkan dengan poros engkol, tetapi piston bergerak bebas secara vertikal pada proses ledakan dan tenaga. Setelah itu, secara gravitasi piston bergerak turun dan terhubung dengan gigi pinion diteruskan ke roda gila. Selanjutnya energi yang tersimpan dalam roda gila digunakan oleh piston untuk energi langkah isap. Pada langkah isap campuran bahan bakar udara masuk silider untuk pembakaran.

Klasifikasi Motor Bakar

Motor bakar dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua) macam. Adapun pengklasifikasian motor bakar adalah sebagai berikut:

Berdasar Sistem Pembakarannya

a. Mesin bakar dalam

Mesin pembakaran dalam atau sering disebut sebagai Internal Combustion Engine (ICE), yaitu dimana proses pembakarannya berlangsung di dalam motor bakar itu sendiri sehingga gas pembakaran yang terjadi sekaligus berfungsi sebagai fluida kerja.
Hal-hal yang dimiliki pada mesin pembakaran dalam yaitu :
  • Pemakian bahan bakar irit.
  • Berat tiap satuan tenaga mekanis lebih kecil.
  • Kontruksi lebih sederhana, karena tidak memerlukan ketel uap, kondesor, dan sebagainya.
  • Pada umumnya mesin pembakaran dalam dikenal dengan nama motor bakar.
b. Mesin bakar luar

Mesin pembakaran luar atau sering disebut sebagai Eksternal Combustion Engine (ECE) yaitu dimana proses pembakarannya terjadi di luar mesin, energi termal dari gas hasil pembakaran dipindahkan ke fluida kerja mesin.
Hal-hal yang dimiliki pada mesin pembakaran luar yaitu :
  • Dapat memakai semua bentuk bahan bakar.
  • Dapat memakai bahan bakar bermutu rendah.
  • Cocok untuk melayani beban-beban besar dalam satu poros.
  • Lebih cocok dipakai untuk daya tinggi. 
Contoh mesin pembakaran luar yaitu pesawat tenaga uap, pelaksanaan pembakaran bahan bakar dilakukan diluar mesin.

Berdasar Sistem Penyalaan.

a. Motor bensin

Motor bensin dapat juga disebut sebagai motor otto. Motor tersebut dilengkapi dengan busi dan karburator. Busi menghasilkan loncatan bunga api listrik yang membakar campuran bahan bakar dan udara karena motor ini cenderung disebut spark ignition engine. Pembakaran bahan bakar dengan udara ini menghasilkan daya. Di dalam siklus otto (siklus ideal) pembakaran tersebut dimisalkan sebagai pemasukan panas pada volume konstan.

b. Motor diesel

Motor diesel adalah motor bakar torak yang berbeda dengan motor bensin. Proses penyalaannya bukan menggunakan loncatan bunga api listrik. Pada waktu torak hampir mencapai titik TMA bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang bakar. Terjadilah pembakaran pada ruang bakar pada saat udara udara dalam silinder sudah bertemperatur tinggi. Persyaratan ini dapat terpenuhi apabila perbandingan kompresi yang digunakan cukup tinggi.

Siklus 4 Langkah dan 2 Langkah.

Siklus 4 Langkah Motor Bensin

Motor bensin 4 langkah adalah motor bensin diman untuk melakukan suatu kerja diperlukan 4 langkah gerakan piston dan 2 kali putaran poros engkol. Siklus kerja motor bensin 4 langkah:
Memahami Dasar Motor Bakar Pada Mata Kuliah Teknik Mesin

Langkah Hisap (Suction Stroke).

Pada langkah ini, piston bergerak dari TMA menuju TMB, katup hisap terbuka sedangkan katup buang tertutup. Akibatnya tekanan pada kepala silinder akan bertambah.

Langkah Kompresi (Compression Stroke)

Setelah melakukan pengisian, piston yang sudah mencapai TMB kembali lagi bergerak menuju TMA, ini memperkecil ruangan diatas piston, sehingga campuran udara dan bahan-bakar menjadi padat, tekanan dan suhunya naik. Tekanannya naik kira-kira tiga kali lipat. Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA terjadi letikan bunga api listrik dari busi yang membakar campuran udara dan bahan-bakar. Sewaktu piston bergerak keatas, katup hisap tertutup dan pada waktu yang sama katup buang juga tertutup. Campuran diruang pembakaran dicompressi sampai TMA, sehingga dengan demikian mudah dinyalakan dan cepat terbakar.

Langkah kerja (Explosion/Power Stroke)

Campuran terbakar sangat cepat, proses pembakaran menyebabkan campuran gas akan mengembang dan memuai, dan energi panas yang dihasilkan oleh pembakaran dalam ruang bakar menimbulkan tekanan ke segala arah dan tekanan pembakaran mendorong piston kebawah (TMB), selanjutnya memutar poros engkol melalui connecting rod.

Langkah Pembuangan (Exhaust Stroke)

Sebelum piston bergerak kebawah ke (TMB), katup buang terbuka dan gas sisa pembakaran mengalir keluar. Sewaktu piston mulai naik dari TMB, piston mendorong gas sisa pembakaran yang masih tertinggal keluar melalui katup buang dan saluran buang ke atmosfir. Setelah piston mulai turun dari TMA katup buang tertutup dan campuran mulai mengalir kedalam cylinder.

Siklus 2 Langakah Motor Bensin

Motor bensin 2 langkah adalah motor bensin diman untuk melakukan suatu kerja diperlukan 2 langkah gerakan piston dan 1 kali putaran poros engkol. Siklus kerja motor bensin 2 langkah:

Langkah Hisap dan Kompresi

Sewaktu piston bergerak keatas menuju TMA ruang engkol akan membesar dan menjadikan ruang tersebut hampa (vakum). Lubang pemasukan terbuka. Dengan perbedaan tekanan ini, maka udara luar dapat mengalir dan bercampur dengan bahan bakar di karburator yang selanjutnya masuk ke ruang engkol (disebut langkah isap atau pengisian ruang engkol). Disisi lain lubang pemasukan dan lubang buang tertutup oleh piston, sehingga terjadi proses langkah kompresi disini. Dengan gerakan piston yang terus ke atas mendesak gas baru yang sudah masuk sebelumnya, membuat suhu dan tekanan gas meningkat. Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA busi akan melentikkan bunga api dan mulai membakar campuran gas tadi (langkah ini disebut langkah kompresi).

Langkah Usaha dan Bauang.

Ketika piston mencapai TMA campuran gas segar yang dikompresikan dinyalakan oleh busi. Gas yang terbakar mengakibatkan ledakan yang menghasilkan tenaga sehingga mendorong piston memutar poros engkol melalui connecting rod sewaktu piston bergerak kebawah menuju TMB (langkah usaha). Beberapa derajat setelah piston bergerak ke TMB lubang buang terbuka oleh kepala piston, gas-gas bekas keluar melalui saluran buang (langkah buang).

Beberapa derajat selanjutnya setelah saluran buang dibuka, maka saluran bilas (saluran transfer) mulai terbuka oleh tepi piston. Ketika piston membuka lubang transfer segera langkah pembuangan telah dimulai. Gas baru yang berada di bawah piston terdesak, campuran yang dikompresikan tersebut mengalir melalui saluran bilas menuju puncak ruang bakar sambil membantu mendorong gas bekas keluar (proses ini disebut pembilasan).

Cara Kerja Mesin 2 Langkah

Langkah Pemasukan dan Kompresi

Sewaktu piston bergerak ke atas di dalam crankcase terjadi kevakuman dan sewaktu piston mulai membuka lubang pemasukan, campuran bahanbakar dan udara dari karburator terhisap masuk kedalam crankcase. Disisi lain lubang transfer dan exhaus port tertutup oleh piston, lalu campuran bahan bakar dan udara mengalami kompresi di dalam ruang bakar (gerak piston belum mencapai TDC).
Memahami Dasar Motor Bakar Pada Mata Kuliah Teknik Mesin

Usaha (Langkah Usaha) dan Kompresi Pertama

Ketika piston mencapai TMA campuran gas segar yang dikompresikan dinyalakan oleh busi. Gas yang terbakar mendorong piston memutar poros engkol melalui connecting rod. Sewaktu piston bergerak ke bawah, piston menutup lubang pemasukan dan sewaktu piston bergerak ke bawah terus, piston mengkompresi campuran di dalam crankcase.

Langkah Pembuangan dan Kompresi Pertama

Sewaktu piston bergerak kebawah, lalu piston membuka lubang buang untuk mengalirkan sisa gas keluar dari cylinder. Disisilain, campuran di dalam crankcase dikompresi (setengah gerakan piston kebawah).

Langkah Pembuangan dan Langkah Pembilasan

Ketika piston membuka lubang transfer segera langkah pembuangan telah dimulai, campuran yang dikompresikan didalam crankcase mengalir melalui lubang transfer didinding cylinder dan mengalir ke dalam ruang pembakaran. Campuran gas segar ini mendorong gas sisa pembakaran keluar dari cylinder dan padawaktu yang bersamaan ruang pembakaran diisi dengan campuran gas segar (dalam setengah gerakan).

Efisiensi Mesin

setiap proses memerlukan energi, menghasilkan kerja untuk melakukan proses, kemudian ada energi yang harus dibuang. Seperi manusia yang harus makan untuk melakukan aktifitas kerja, selanjutnya secara alamiah harus ada yang dibuang. Apabila proses ini tidak berjalan semestinya, manusia dinyatakan dalam keadaan sakit dan tidak bisa melakukan kerja. Dalam kondisi ini seandainya manusia adalah mesin maka manusia dalam keadaan rusak.

Konsep efisiensi menjelaskan bahwa perbandingan antar energi berguna dengan energi yang masuk secara alamiah tidak pernah mencapai 100%.

Demikian yang bisa saya sampaikan tentang Memahami Dasar Motor Bakar Pada Mata Kuliah Teknik Mesin, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca, dan jangan lupa untuk share artikel ini agar bisa lebih bermanfaat.
loading...
loading...

Please Share

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Prinsip Kerja Mesin CNC Dalam Proses Produksi

Prinsip Kerja Mesin CNC Dalam Proses Produksi
CNC adalah mesin yang dipergunakan untuk pengontrolan otomatis dalam dunia industri. Mesin ini berfungsi untuk mengontrol kinerja mesin-mesin lain yang dipergunakan. NC/CNC (Numerical Control/Computer Numerical Control) merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu peralatan manufaktur; misalnya bubut, milling, dll, dikontrol secara numerik berbasis komputer yang mampu membaca instruksi kode N, G, F, T, dan lain-lain, dimana kode-kode tersebut akan menginstruksikan ke mesin CNC agar bekerja sesuai dengan program benda kerja yang akan dibuat.mengoperasikannya. Dengan mesin CNC, ketelitian suatu produk dapat dijamin hingga 1/1000 mm lebih, pengerjaan produk masal dengan hasil yang sama persis dan waktu permesinan yang cepat.


Fungsi CNC dalam hal ini lebih banyak menggantikan pekerjaan operator dalam mesin perkakas konvensional. Misalnya pekerjaan setting tool atau mengatur gerakan pahat sampai pada posisi siap memotong, gerakan pemotongan dan gerakan kembali keposisi awal, dan lain-lain. Demikian pula dengan pengaturan kondisi pemotongan (kecepatan potong, kecepatan makan dan kedalaman pemotongan) serta fungsi pengaturan yang lain seperti penggantian pahat, pengubahan transmisi daya (jumlah putaran poros utama), dan arah putaran poros utama, pengekleman, pengaturan cairan pendingin dan sebagainya. Mesin perkakas CNC dilengkapi dengan berbagai alat potong yang dapat membuat benda kerja secara presisi dan dapat melakukan interpolasi yang diarahkan secara numerik (berdasarkan angka). Parameter sistem operasi CNC dapat diubah melalui program perangkat lunak (software load program) yang sesuai. CNC telah banyak dipergunakan dalam industri logam. Dalam kondisi ini, CNC dipergunakan untuk mengontrol sistem mekanis mesin-mesin perkakas dan pemotong logam. Jadi seberapa tebal dan panjangnya potongan logam yang dihasilkan oleh mesin pemotong logam, dapat diatur oleh mesin CNC. Saat ini tidak hanya industri logam saja yang memanfaatkan teknologi mesin CNC sebagai proses automatisasinya.



Akhir-akhir ini mesin-mesin CNC telah berkembang secara menakjubkan sehingga telah mengubah industri pabrik yang selama ini menggunakan tenaga manusiamenjadi mesin-mesom otomatik. Dengan berkembangnya Mesin CNC, maka benda kerja yang rumit sekalipun dapat dibuat secara mudah dalam jumlah yang banyak. Selama ini pembuatan komponen/suku cadang suatu mesin yang presisi dengan mesin perkakas manual tidaklah mudah, meskipun dilakukan oleh seorang operator mesin perkakas yang mahir sekalipun. Penyelesaiannya memerlukan waktu lama. Bila ada permintaan konsumen untuk membuat komponen dalam jumlah banyak dengan waktu singkat, dengan kualitas sama baiknya, tentu akan sulit dipenuhi bila menggunakan perkakas manual. Apalagi bila bentuk benda kerja yang dipesan lebih rumit, tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Secara ekonomis biaya produknya akan menjadi mahal, hingga sulit bersaing dengan harga di pasaran. Tuntutan konsumen yang menghendaki kualitas benda kerja yang presisi, berkualitas sama baiknya, dalam waktu singkat dan dalam jumlah yang banyak, akan lebih mudah dikerjakan dengan mesin perkakas CNC (Computer Numerlcally Controlled), yaitu mesin yang dapat bekerja melalui pemogramman yang dilakukan dan dikendalikan melalui komputer. Mesin CNC dapat bekerja secara otomatis atau semi otomatis setelah diprogram terlebih dahulu melalui komputer yang ada. Program yang dimaksud merupakan program membuat benda kerja yang telah direncanakan atau dirancang sebelumnya. Sebelum benda kerja tersebut dieksikusi atau dikerjakan oleh mesin CNC, sebaikanya program tersebut di cek berulang-ulang agar program benar-benar telah sesuai dengan bentuk benda kerja yang diinginkan, serta benar-benar dapat dikerjakan oleh mesin CNC. Pengecekan tersebut dapat melalui layar monitor yang terdapat pada mesin atau bila tidak ada fasilitas cheking melalui monitor dapat pula melalui plotter yang dipasang pada tempat dudukan pahat/palsu frais. Setelah program benar-benar telah berjalan seperti rencana, baru kemudian dilaksanakan/dieksekusi oleh mesin CNC. Jenis Mesin CNC Di industri menengah dan besar, akan banyak dijumpai penggunaan mesin CNC dalam mendukung proses produksi. Secara garis besar, mesin CNC dibagi dalam 2 (dua) macam, yaitu :

  1. Mesin bubut CNC.
  2. Mesin frais CNC.
Setiap jenis mesin CNC mempunyai karakteristik tersendiri sesuai dengan pabrik yang membuat mesin tersebut. Namun demikian secara garis besar dari karakteristik cara mengoperasikan mesin CNC dapat dilakukan dengan dua macam cara, yaitu :
  • Sistem Absolut pada sistem ini titik awal penempatan alat potong yang digunakan sebagai acuan adalah menetapkan titik referensi yang berlaku tetap selama proses operasi mesin berlangsung. Untuk mesin bubut, titik referensinya diletakkan pada sumbu (pusat) benda kerja yang akan dikerjakan pada bagian ujung. Sedangkan pada mesin frais, titik referensinya diletakkan pada pertemuan antara dua sisi pada benda kerja yang akan dikerjakan.
  • Sistem IncrementalPada system ini titik awal penempatan yang digunakan sebagai acuan adalah selalu berpindah sesuai dengan titik actual yang dinyatakan terakhir. Untuk mesin bubut maupun mesin frais diberlakukan cara yang sama. Setiap kali suatu gerakan pada proses pengerjaan benda kerja berakhir, maka titik akhir dari gerakan alat potong itu dianggap sebagai titik awal gerakan alat potong pada tahap berikutnya.
Sejalan dengan berkembangnya kebutuhan akan berbagai produk industri yang beragam dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, maka telah dikembangkan berbagai variasi dari mesin CNC. Hal ini dimaksud untuk memenuhi kebutuhan jenis pekerjaan dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Berikut ini diperlihatkan berbagai variasi mesin CNC. Pemrograman Mesin CNC pemrograman adalah suatu urutan perintah yang disusun secara rinci tiap blok per blok untuk memberikan masukan mesin perkakas CNC tentang apa yang harus dikerjakan. Untuk menyusun pemrograman pada mesin CNC diperlukan hal-hal berikut. Metode Pemrograman Metode pemrograman dalam mesin CNC ada dua,yaitu:


1) Metode Incremental
Sebelum mempelajari sistem penyusunan program terlebih dahulu harus memahami betul sistem persumbuan mesin bubut CNC-TU2A. Ilustrasi Gambar di bawah ini adalah skema eretan melintang dan eretan memanjang, di mana mesin dapat diperintah bergerak sesuai program

2) Metode Absolut
Adalah suatu metode pemrograman di mana titik referensinya selalu tetap yaitu satu titik / tempat dijadikan referensi untuk semua ukuran.

Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman adalah format perintah dalam satu blok dengan menggunakan kode huruf, angka, dan simbol. Di dalam mesin perkakas CNC terdapat perangkat komputer yang disebut dengan Machine Control Unit (MCU). MCU ini berfungsi menterjemahkan bahasa kode ke dalam bentuk-bentuk gerakan persumbuan sesuai bentuk benda kerja. Kode-kode bahasa dalam mesin perkakas CNC dikenal dengan kode G dan M, di mana kode-kode tersebut sudah distandarkan oleh ISO atau badan Internasional lainnya. Dalam aplikasi kode huruf, angka, dan simbol pada mesin perkakas CNC bermacam-macam tergantung sistem kontrol dan tipe mesin yang dipakai, tetapi secara prinsip sama. Sehingga untuk pengoperasian mesin perkakas CNC dengan tipe yang berbeda tidak akan ada perbedaan yang berarti. Misal: mesin perkakas CNC dengan sistem kontrol EMCO, kode-kodenya dimasukkan ke dalam standar DIN. Dengan bahasa kode ini dapat berfungsi sebagai media komunikasi antarmesin dan operator, yakni untuk memberikan operasi data kepada mesin untuk dipahami. Untuk memasukkan data program ke dalam memori mesin dapat dilakukan dengan keyboard atau perangkat lain (disket, kaset, dan melalui kabel RS-232).
Adalah suatu metode pemrograman dimana titik referensinya selalu berubah, yaitu titik terakhir yang dituju menjadi titik referensi baru untuk ukuran berikutnya.


Demikian ulasan singkat tentang prinsip kerja mesin CNC, semoga apa yang di sampaikan bisa bermanfaat bagi pembaca, dan pembaca juga bisa melihat artikel artikel yang lain tentang mesin produksi sepert proses stamping, atau proses mesin bubut.
loading...
loading...

Please Share

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

PRINSIP KERJA MESIN BUBUT DALAM PEMBUBUTAN

Pengertian Mesin Bubut

Mesin bubut adalah suatu mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakan translasi dari pahat disebut gerak umpan.

PRINSIP KERJA MESIN BUBUT
Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh bebagai macam ulir dengan ukuran kasar berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir.

Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. jumlah gigi pada masing - masing roda gigi penukar bervariasi besarnya, mulai dari jumlah 15 samapi 127, roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci.

Prinsip Kerja Mesin Bubut

Prinsip kerja mesin bubut sebenarnya terletak pada benda kerja. Putaran tersebut akan disesuaikan dengan sumbu putar benda kerja, mesin bubut yang digunakan untuk menyayat suatu benda akan melakukan gerakan translasi sejajar pada bagian pahat mesin bubut. karena pahatan tersebut menyesuaikan sumbu putar suatu benda, maka hasil bubutan tersebut akan berbentuk sebuah ulir. Cara kerja mesin bubut ini yaitu dengan cara mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda dan kecepatan rotasi pahatan. Jika anda sudah bisa mengatur kecepatan keduanya, maka anda akan mendapatkan macam - macam ulir yang memiliki ukuran yang berbeda - beda.

pada prinsip mesin bubut dijelaskan, mesin bubut bisa mendapatkan uliran yang bermacam - macam dengan ukuran yang berbeda - beda berkat bagian mesin bubut yang bernama roda gigi translasi. Roda gigi tersebut yang membentuk ulir - ulir pada kayu atau benda. Agar mendapatkan ulir dengan ukuran yang berbeda - beda, anda hanya perlu menukar roda gigi translasi yang berfungsi sebagai penghubung antara poros spindel dan poros ulir. Yang perlu anda ketahui ternyata jumlah gigi pada roda gigi penukar tersebut berbeda - beda, mulai dari 15 gigi sampai 127 gigi. Makanya anda tak usah heran jika kayu bisa mempunyai ulir dengan ukuran yang bebeda - beda.

Selain itu pada prinsip kerja mesin bubut juga dijelaskan bagaimana cara mendapatkan uliran pada benda tersebut. Pertama, poros spindel akan memutar benda kerja, piringan hitamlah yang dimanfaatkan oleh poros spindel ketika memutar benda yang dikerjakannya. Selain itu piringan hitamlah yang berhasil memutar roda gigi pada poros spindel. Putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir melalui roda gigi penghubung, kemudian oleh poros ulir putaran tersebut diubah oleh klem berulir menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. gerak translasi tersebut menghasilkan sayatan yang berbentuk ulir pada suatu benda.

sebuah mesin bubut tidak akan bekerja secara maksimal jika bagian - bagian mesin ini tidak ada. Bagian - bagian mesin bubut diantaranya :

Sumbu utama
Berfungsi sebagai tempat peletakan benda pada saat dibubut , dalam sumbu utama tersebut juga terdapat center tetap dan cekam yang berisi roda gigi.

Eretan
Berfungsi memberikan penekanan pada benda yang penekanannya bisa diatur sesuai keinginan operatornya.

Kepala lepas
Berfungsi sebagai tempat center putar yang merupakan perangkat pendukung mesin bubut.

Tuas pengatur
Berfungsi untuk mengatur kecepatan poros dan sumbu pembawa.

Tuas Pembalik
Berfungsi untuk membalikan putaran sumbu utama ketika membuat ulir.

Penjepit Pahat
Berfungsi menjepit beberapa pahat.

Eretan Atas
Berfungsi untuk mengatur pahat ketika digunakan untuk mengulir suatu benda.

Kran Pendingin
Berfungsi untuk mendinginkan pahat ketika membubut suatu benda.

Roda Pemutar
Berfungsi untuk menggerakan maju mundur poros kepala.

Transporter
Berfungsi membawa eretan secara otomatis.

Bagian -bagian mesin yang lain adalah Sumbu Pembawa, tuas penghubung, eretan lintang, plat tabel kecepatan dan lain - lain.

Dengan mengetahui bagian - bagian mesin bubut anda bisa lebih memahami prinsip kerja mesin bubut, dan semoga informasi tentang bagian - bagian mesin bubut dan fungsinya dapat membantu anda dalam memahami cara kerja dan prinsip kerja mesin bubut.

Demikian yang bisa saya sampaikan tentang mesin bubut beserta prinsip kerjanya, semoga apa yang di sampaikan bisa bermanfaat bagi para pembaca, dan jang lupa untuk men share artikel ini agar bisa lebih banyak manfaatnya, dan satu lagi jangan lupa untuk G+ nya...

Baca juga artikel tentang :
Proses Stamping
mesin CNC
loading...
loading...

Please Share

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Tentang Mesin Traktor Dan Prinsip Kerjannya Dalam Dunia Pertanian

Traktor adalah kendaraan yang didesain Spesifik untuk digunakan dalam keperluan fraksi tinggi pada kecepatan rendah, atau di gunakan untuk menarik trailer atau instrumen yang digunakan dalam dunia pertanian atau konstruksi. Istilah ini umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan dalam dunia pertanian. Instrumen pertanian umumnya digerakan dengan menggunakan kendaraan ini, penggunaanya bisa ditarik atau didorong bahkan bisa digunakan untuk memuat berbagai barang ataupun hasil panen dan menjadi sumber utama mekanisasi pertanian. Istilah umum lainya, "unit traktor", yang mendefinisikan kendaraan yang semi truk trailer. Kata traktor diambil dari bahasa latin, trahere yang mempunya parti "menarik". Traktor dapat digunakan sebagai sumber tenaga untuk bisa menunjang operasi pertanian yang efektif, baik Tenaga, Waktu maupun mencakup biaya, sehingga dapat menigkatkan kapasitas kerja, mengurangi yang mencakup biaya produksi, meningkatkan hasil temuan pertanian serta bisa mengurangi kelelahan dan kebosanan dalam bekerja.
mesin traktor dan prinsip kerjanya
Kata Traktor awalnya dipakai untuk  mempersingkat penjelasan "suatu mesin atau kendaraan yang menarik gerbang atau membajak, untuk itu istilah Traktor menggantikan makna " mesin penarik "(trakction Engine). Di negara inggris, irlandia, australia, india, spanyol, argentina, dan negara jerman, kata "traktor" umumnya berarti "traktor pertanian", dan penggun

aan kata traktor yang merujuk pada jenis kendaraan yang lain sangat jarang. Intrumen pertanian bermesin pertama adalah mesin uap portabel di Tahun 1800an, yaitu mesin uap yang bisa digunakan untuk bisa mengendalikan instrumen mekanis pertanian. Sekitar tahun 1850, mesin penarik dikembangkan dari mesin tersebut, dan digunakan secara luas di dunia pertanian. Traktor pertama adalah mesin bajak bermesin uap. Traktor bisa diklasifikan sebagai two wheel drive, atau trek traktor. Traktor, kecuali trak tracktor yang umumnya memiliki 4 roda dengan doa roda yang lebih besar dibelakang atau keempat rodanya sama besar.

Track traktor memiliki penggerak seperti tank yang membuatnya mampu bergerak diberbagai medan. karena traksinya yang sangat hebat, tracktor menjadi popuer di California pada tahun 1930’an. Traktor pada awalnya menggunakan mesin uap sebagai sumber energi utama untuk menghasilkan tenaga traktor. Antara tahun 1900 hingga 1960 bensin sudah mulai menjadi bahan bakar utama, minyak tanah dan etanol sebagai alternatif untuk bahan bakarnya. Kebanyakan traktor tua memakai transmisi manual. Traktor jenis ini memiliki beberapa rasio kecepatan tinggi, umumnya 3 Hingga 6. Kecepatan rendah umumnya digunakan pada Lahan pertanian sedangkan kecepatan tinggi digunakan dijalan. Tenaga yang diproduksi oleh mesin harus ditransmisikan keperalatan Yang diimplementasikan ke traktor untuk bisa melakukan pekerjaan yang dibutuhkan (Menanam, memanen, membajak, dll). Hal ini bisa dicapai dengan drawbar atau sistem Sambungan.

Prinsip Kerja Traktor

Prinsip kerja traktor tangan adalah mesin pengolah tanah dengan menggunakan tenaga penggerak motor bakar, yang pang umumnya bermotor diesel. Sebagai mesin pengolah tanah, traktor digunakan untuk bisa menarik peralatan pengolah tanah, seperti bajak Piring, garu Piring, dll.
mesin traktor dan prinsip kerjanya
Sedangkan Traktor Roda Empat dioperasikan oleh operator yang duduk di tempat kendali sambil duduk sambil mengemudikannya. Peralatan pengolah tanah dipasangkan atau disambungkan dengan traktor melalui Perangkat yang disebut three hitch point atau penyambungan tiga titik, yang terdiri dari sepasang garpu kiri dan kanan, sedangkan satu tuas lainnya berada di bagian atas sistem penyambungan tiga titik, disebut top link (Tuas penyambung bagian atas) .

Dengan menggunakan sistem penyambungan ini pengaturan posisi peralatan (seperti membajak, dll.) yang diinginkan operator dapat diatur dengan memanjangkan atau memendekkan tuas penyambung atas. Untuk mengamankan agar traktor tidak terangkat pada saat dioperasikan untuk pekerjaan pengolahan tanah, maka traktor perlu diseimbangkan dengan beban saat memasang tambahan beban pada bagian depan traktor. Dengan melakukan persiapan seperti ini, maka persiapan traktor lelah Siap untuk dioperasikan dalam pengolahan tanah.
Beberapa hal ini perlu diperhatikan ketika hendak menggunakan traktor roda empat dalam pengolahan tanah :
  • Atur posisi sudut bajak (peralatan yang lain) dengan permukaan tanah disesuaikan dengan kondisi tanahnya (tanah berat atau ringan).
  • Pengaturan posisi sudut bajak dilakukan melalui tuas penyambungan titik tiga.
  • Pasangkan beban sebagai penyeimbang di bagian depan traktor.
  • Traktor telah siap dioperasikan untuk pekerjaan dalam mengolah tanah.
Kelengkapan Alat
Traktor tangan sebagai bagian utama dari mesin pengolah tanah yang harus dilengkapi dengan peralatan yang menunjang dalam pengolahan tanah, seperti bajak dan garu. Tanpa perlengkapan tersebut traktor tangan hanyalah berperan sebagai alat atau mesin penarik peralatan. Beberapa kelengkapan yang diperlukan antara lain:
  • Bajak singkal adalah alat pengolah tanah pertama yang berfungsi untuk bisa membalikkan irisan permukaan tanah.
  • Bajak rotari atau bajak cakar adalah alat pengolah tanah yang berfungsi memotong dan mengaduk tanah, sehingga hasil temuan tanah olahannya menjadi hancur atau berlumpur.
  • Garu adalah alat pengolah tanah kedua yang berfungsi untuk dapat menghancurkan dan meratakan tanah.
  • Roda sangkar adalah jenis roda yang terbuat dari besi pipa dan plat yang berbentuk menyerupai sangkar. Fungsi roda sangkar adalah untuk dapat meningkatkan daya cengkeram permukaan roda terhadap tanah, dengan demikian terjadinya selip dapat diatasi.
  • Roda ban karet adalah jenis ban dari karet yang berfungsi untuk dapat mendukung operasi traktor di lahan kering dan mendukung transportasi di jalan.
Sedangkan traktor roda empat merupakan mesin yang berfungsi sebagai penghela atau  penarik peralatan. Untuk dapat digunakan sebagai mesin pengolahan tanah, maka Harus dilengkapi dengan perlengkapan pengolah tanah, seperti bajak singkal, bajak piring, garu Piring, alat penyemprot hama dan penyakit tanaman, dll.
Perawatan traktor roda empat perlu dilakukan secara rutin dan perawatnya perlu mengenali bagian bagian traktor dan fungsinya masing-masing. Spesifikasi traktor roda empat sangat bervariasi bergantung pada besarnya daya penggerak, ukuran ban, daya tarik, daya angkat, persneling, dll.
Bagian-bagian utama dari traktor roda empat memiliki fungsi masing- masing, antara lain:
  • Sistem kemudi: alat untuk digunakan dalam mengendalikan jalannya atau operasi traktor di Lapangan.
  • Roda depan: Roda bagian depan traktor dari yang berfungsi sebagai pengendalian, dan memiliki ukura diameter lebih kecil dari roda bagian belakang.
  • Roda bagian belakang dengan ukuran diameter lebih besar dari roda bagian depan traktor yang berfungsi menumpu beban traktor dan peralatan yang terpasang.
  • Chasis traktor : Bagian rangka traktor roda empat yang juga merangkap sebagai rumah dari sistem transmisi.
  • Pemberat : Besi cor Yang dirancang khusus untuk bisa menjadi pemberat traktor agar tidak terangkat pada saat mengolah tanah.
  • Poros PTO : Poros yang difungsikan untuk bisa menggerakkan peralatan yang dalam pengoperasiannya memerlukan putaran (bajak rotary), atau bisa untuk menggerakkan peralatan stasioner.
  • Sistem penyambungan peralatan : Bentuk peralatan pengolahan tanah yang relatif besar, maka pada traktor roda empat memerlukan mekanisme penyambungan khusus, yakni Sistem penyambungan titik tiga (three hitch point).
Memasuki era teknologi tinggi seperti sekarang penggunaan alat-alat pertanian dengan mesin-mesin modern yang membantu mempercepat proses pengolahan produksi pertanian. Salah satu alat yang umum dan paling sering digunakan adalah traktor, baik itu traktor tangan maupun traktor roda empat. Traktor merupakan sebuah alat bermesin yang memiliki kemampuan untuk bisa mengolah tanah. Fungsi fungsi traktor sekarang telah mengantikan fungsi fungsi Tenaga Hewan seperti sapi dan kerbau dalam pengolahan tanah. Pengenalan yang baik tentang mesin traktor ini, dapat mempercepat proses modernisasi pertanian.

Demikian uraian singkat tentang traktor dan prinsip kerjanya di dunia pertanian, semoga apa yang diulas dalam artikel ini bisa bermanfaat, dan jang lupa untuk membagikan artikel ini agar bisa lebih bermanfaat bagi para pembaca.
loading...
loading...

Please Share

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Memahami Karakteristik Stamping Proses Pada Dunia Industri

A. Pengertian Proses Stamping

Proses stamping adalah proses pencetakan metal secara dingin dengan menggunakan dies dan mesin press umumnya plate yang dicetak, untuk menghasilkan produk sesuai dengan yang dikehendaki.
Memahami Karakteristik Stamping Proses Pada Dunia Industri

B. Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam Proses Stamping

1. Jika Dies terlalu besar, mesin yang dipakai tonase kurang, tidak memadai, tidak memikirkan safety factor, akan menyebabkan mesin cepat rusak, terutama pada bagian bearing dan poros engkol, demikian juga motor bisa terbakar akibat over load.

2. Jika stroke setting terlalu tinggi, produk yang dihasilkan tidak bagus reject.

3. Jika stroke terlalu rendah akan menyebakan upper die dan lower die tabrakan, dies bisa pecah.

4. Jika upper die dan lower die tidak center akibat slider stroke sudah aus (sudah kocak), maka produk yang dihasilkan tidak bagus reject.

5. Jika guide pos dan guide bush sudah aus atau tidak center, produk yang dihasilkan tidak bagus.

6. Jika clearance pada blanking antara upper die dan lower die, terlalu kecil bisa menyebabkan die pada saat stamping tidak bisa membuka, atau bisa juga die cepat aus, Jika clearance terlalu besar akan cepat menimbulkan bari.

7. Jika hardening die terlalu keras die gampang pecah, jika hardening die terlalu lunak die gampang aus.

8. Jika pemilihan material die tidak bagus, die cepat rusak.

9. Jika toleransi ketebalan material yang distamping terlalu tinggi akan menyebabkan die cepat rusak. Produk tidak bagus.

10. Jika kekerasan material yang distamping tidak stabil, akan menyebabkan die cepat rusak, dan produk tidak bagus.

11. Jika bearing bearing pada mesin sudah aus, terutama pada bagian yang berhubungan dengan stroke, Die bisa cepat rusak, atau produk tidak bagus.

12. Jika yang design die kurang ahli, dalam hal design die, maka bisa jadi die akan cepat rusak, produk tidak bagus.

13. Jika komponen komponen die dari komponen dengan qualitas rendah, akan menyebabkan die cepat rusak, produk kurang bagus.

C. Macam – macam Proses Stamping
Secara umum proses-proses yang terdapat pada proses stamping dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu:

1. Proses Cutting ( pemotongan ).
Proses pemotongan adalah proses dimana material di potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan agar material tersebut dapat dikerjakan kedalam proses berikutnya. Jenis – jenis proses pemotongan antara lain :

a. Blanking
Blanking adalah proses persiapan material, material dipotong sesuai dengan yang dibutuhkan. Proses blanking bertujuan agar mendapatkan hasil potongnya atau blank, sedangkan sisanya akan dibuang sebagai sampah atau disebut scrap.

b. Cutting
Yaitu suatu proses pemotongan material yang masih berbentuk lembaran (blank material). Proses cutting merupakan proses pemotongan beberapa bagian dari suatu part. Sisa pemotongan dibuang sebagai scrap.

c. Trimming
Yaitu sutu proses pemotongan material pada bagian tepi. Biasanya proses ini adalah lanjutan dari proses sebelumnya seperti draw, stamp dan sebagainya.

d. Notching.
Notching adalah proses pemotongan pada bagian pinggir material part, biasanya pada progressive dies. Dengan pemotongan tersebut, part berangsur terbentuk walaupun masih menempel pada scrap skeleton. 

e. Parting atau Separating
Parting atau separating adalah proses pemisahan suatu part menjadi dua bagian atau beberapa bagian dari sheet metal strip sehingga menghasilkan part yang dikehendaki. Pada proses separating terdapat scrap yang tidak terpakai.

2. Proses Forming ( pembentukan ).
Forming adalah istilah umum yang dipakai pada proses pembentukan sheet metal untuk mendapatkan contour yang diinginkan. Proses forming, tidak menghasilkan pengurangan atau penghilangan material seperti yang terjadi pada proses cutting. Maka untuk istilah pembentukan juga berbeda-beda agar tidak salah pengertian. Jenis-jenis proses pembentukan tersebut antara lain:

a. Bending 
Bending adalah proses penekukan plat dimana hasil dari penekukan ini berupa garis sesuai dengan bentuk sudut yang diinginkan.

b. Flanging.
Flanging adalah sama seperti bending namun garis bending yang dihasilkan tidak lurus melainkan mengikuti bentuk part yang bersangkutan. Proses ini dimaksudkan untuk memperkuat bagian sisi dari produk atau untuk alasan, keindahan.

c. Forming.
Forming mengacu pada pengertian yang lebih sempit yang artinya adalah deformasi dari sheet metal yang merupakan kombinasi dari proses bending dan flanging. Proses forming menghasilkan bentuk yang sangat kompleks dengan tekukan-tekukan serta contour part yang rumit.

d. Drawing.
Drawing adalah forming yang cukup dalam sehingga proses pembentukannya memerlukan blank holder atau stripper dan air cushion / spring untuk mengontrol aliran dari material. Untuk bentuk yang tidak beraturan diperlukan bead untuk menyeimbangkan aliran material. Untuk menghasilkan produk yang baik, sebaiknya digunakan steel sheet khusus proses drawing dan menggunakan mesin press hidrolik.

e. Deep Drawing.
Deep Drawing merupakan proses drawing yang dalam sehingga untuk mendapatkan bentuk dan ukuran produk akhir diperlukan beberapa kali proses drawing. Blank holder / stripper mutlak diperlukan dan hanya dapat diproses pada mesin press hidrolik dan menggunakan sheet metal khusus untuk deep drawing.

3. Proses Compression ( penekanan).
Proses ini termasuk dalam operasi forming yang mana tekanan yang kuat diberikan pada sheet metal untuk menghasilkan tegangan kompresi yang tinggi pada plat untuk menghasilkan deformasi plastis. Jenis-jenis proses penekanan ini adalah :

a. Stamping atau Marking.
Stamping atau Marking atau kadang-kadang disebut proses coining digunakan untuk membuat tanda, simbol, huruf atau bentuk lainnya dengan proses cold forging.

b. Heading.
Heading adalah proses pembentukan kepala dari part, biasanya pada material steel bar. Proses pembentukannya dengan proses hot forging atau cold forging dimana bagian ujung dari part diproses dengan menggunakan pressing dies untuk membentuk kepala.

c. Sizing.
Sizing adalah operasi dimana material plat diberi tekanan tinggi yang mana menyebabkan material mengalir, karena itu sizing bertujuan untuk memperbesar akurasi dimensi dari part / benda kerja.

D. Alat – alat Pendukung Mesin Stamping.

Dalam Proses Stamping selain mesin press dalam melakukan produksi juga membutuhkan alat – alat pendukung Untuk menghasilkan kualitas pengepresan yang baik.

Alat-alat pendukung mesin press antara lain :

1. Dies
Dies adalah suatu cetakan yang digerakan oleh mesin press untuk menekan atau mengepress bahan / material untuk menghasilkan barang yang sesuai dengan contoh. Material Dies yang dipergunakan adalah : umumnya special alloy stell, yang bisa dilakukan proses hardening sampai kekerasan HRC diatas 60, misalnya : DC 53, SKD 11, dll. Ada beberapa bagian dies yang penting : Misalnya cavity, Guide Post, Upper plate, Lower Plate. 

Secara umum konstruksi dies dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
a. Single Operation Dies.
Single Operation Dies atau biasa disebut single dies adalah konstruksi dies yang mempunyai sebuah proses pada die set-nya dan hanya menghasilkan sebuah part dalam sekali stroke. Part yang dihasilkan dapat berupa hasil blank, part setengah jadi atau finish goods part.

Macam – macam single operation dies antara lain:

1) Cut Off Die.
Cut off die dipergunakan hanya untuk proses cutting dengan tujuan cutting blank, separating atau scrap cutting. Cut off die juga kerap kali dipadukan dengan proses blanking untuk memotong scrap. Pemotongan blank dengan cut off die terbatas pada blank yang sederhana dan tidak dituntut ketelitian.

2) Cut Off dan Drop Through Blanking Die.
Cut Off dan Drop Through Blanking Die dipergunakan untuk proses blankcutting, hanya saja hasil pemotongan akan jatuh ke bagian bawah dari die melewati lubang pada bolster mesin dan masuk ke tempat penampungan. Cut off sangat efisien dalam pemakaian bahan karena scrap yang terbuang sangat sedikit.

3) Drop Through Die.
Drop Through Die atau dengan stilah lain Blank Through Die adalah konstruksi press dies yang produknya jatuh ke bawah die dan melewati lubang pada bolster mesin dan masuk ke penampungan. Konstruksi dies seperti ini pada umumnya untuk proses blanking dan untuk membuang scrap pada proses pierching. Untuk jenis konstruksi dies ini memerlukan stripper untuk menahan material ketika dies sedang bekerja. Inverted Die atau istilah lainnya Return-Type Blanking Die adalah die dimana hasil blank akan jatuh ke bawah die tetapi kembali ke atas pada posisi yang sama pada saat pemotongan. Mekanisme ini dapat terjadi karena adanya pad yang mengangkat kembali hasil blank karena adanya gaya spring atau urethane yang menekan pad ke atas. Kadang kala susunan punch dan die dibalik yaitu dengan menempatkan punch di bawah dan die di atas, dengan demikian blank yang dihasilkan akan berada di atas yang kemudian dengan mekanisme knockout.

b. Multi Operation Dies.
Multi Operation Dies adalah dies yang didesain untuk bekerja pada dua atau lebih operasi dalam sekali stroke. Konstruksi dies ini memang lebih rumit sebab harus dicari kesesuaian die height 4 dari proses-proses tersebut. Bila die height-nya tidak sama maka part yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan dari drawing produknya. Macam-macam multi opration dies adalah:

1) Compound Dies.
Compound Dies merupakan gabungan dua atau lebih proses yang berhubungan menjadi satu artinya adalah dua atau lebih proses dirancang terdapat pada satu dies. Waktu prosesnya dilakukan serentak. Pilihan untuk membuat compound dies tergantung pada beberapa pertimbangan antara lain:
a) Cost produksi
b) Cycle time yang pendek
c) Akurasi part
d) Penghematan pemakaian mesin
Memahami Karakteristik Stamping Proses Pada Dunia Industri

2) Combination Dies.
Combination Dies atau istilah yang lazim disebut Group Tool, Gang Process atau Family Dies yang artinya adalah gabungan dari dua atau lebih proses pada satu die set yang tidak sejajar pemakaiannya. Ini mengandung arti bahwa pada satu die set terdapat dua atau lebih proses. Dalam sekali stroke dihasilkan jumlah part sesuai dengan jumlah proses yang ada pada satu die set.

3) Progressive Dies.
Progresive proses : Proses pencetakan / stamping dilakukan semua proses dalam satu dies. Seluruh proses dilakukan dalam satu dies, sehingga sekali ceta
k produk akhir sudah langsung didapatkan. Progressive Dies terdiri dari banyak proses atau multiple station yang saling berhubungan yang berasal dari material yang sama. Pada progressive dies umumnya menggunakan coil ( steel sheet gulungan ) dan coil feeder sebagai penggerak coil secara otomatis. Part yang diproses dari awal akan menempel terus pada lembaran plat sampai dengan proses terakhir. Harga progressive dies memang sangat mahal, oleh karena itu hanya produk yang volume produksinya tinggi yang menggunakan press dies jenis ini.
Memahami Karakteristik Stamping Proses Pada Dunia Industri

2. Mesin Press.
Mesin press adalah mesin yang menompang sebuah landasan dan sebuah penumbuk, sebuah sumber tenaga, dan suatu mekanisme yang menyebabkan penumbuk bergerak lurus dan tegak menuju landasanya. Mesin press sendiri banyak sekali macamnya, yang paling penting untuk mesin press adalah tingkat kepressian stroke dan kapasitas tonase, kapasitas tonase dari yang terkecil dibawah 1 ton sampai dengan yang terbesar ratusan bahkan ada yang ribuan ton. Kapasitas yang kecil tentu saja untuk produk yang kecil, semakin besar maka semakin besar pula produk yang bisa dibuat.
Memahami Karakteristik Stamping Proses Pada Dunia Industri

Macam – macam mesin press antara lain :

a. Mesin O.B.I. prees
Salah satu mesin press yang sering dijumpai dipasaran adalah O.B.I. Press (Open-Back Inclunable, Punch Press). Bila kita lihat O.B.I. press cocok untuk pangerjaan stamping, blanking, forming, drawing, perforating (melubang), embos, coining, coining, notching, membengkok, shearing(menggunting). Kecepatan variabel motor penggerak tergantung pada mesin. Untuk merubah kecepatan diperlukan penggentian pully sesuai kecepatan gerakan yang diperlukan.

b. Mesin GAP Press.
GAP Press mempunyai body utuh yang keras.Alat ini menangani pengerjaan plat panjang dan lebar, dan juga menyediakan ruang disekitar dies. GAP Press biasa digunakan untuk stamping biasa.

c. Horning Press.
Horning press digunakan pada objek silinder. Digunakan untuk seaming (kampuh), puncing, embosing. Mesin ini dilengkapi pos yang lebar pada bed .Beban yang dipaksakan dalam dies secara vertikal . Tegangan diterima oleh side frame. Tapi faktanya terjadi tendensi kecil pada punch dan die. Pada mesin press tipe ini cara pengoperasian nya berbeda untuk menjalankan RAM. Engkol tunggal umumnya hanya mampu digunakan pada penekanan ringan. Untuk pengerjaan berat ditambahkan poros engkol untuk mendistribusi beban agar merata pada slide.

d. Mesin Hidrolik Prees.
Hidrolik press digunakan khusus untuk pengerjaan drawing karena pengoperasiannya yang lambat sehingga tidak cocok untuk kegiatan produksi. Hidrolik press dibuat untuk pengoperasian seperti deed - draw forming, straightening, plastic molding, dic spotting, dan powered metal compacting. Mesin ini tidak dapat digunakan pada pengerjaan heavy blanking dan punching..

e. Mesin Turret Press.
Mesin turret press terdiri dari turret pembawa atas dan bawah, yang membawa punches dan dies dengan ukuran yang bermacam-macam. Pemukul (punches) tepat berada di atas dan di bawahnya terdapat dies. Mesin ini dapat membuat lubang yang ukurannya bervariasi. Turret punch press dengan tape pengontrol yang bervariasi tersedia pada kapasitas 15-150 ton. Numerical - positioing control dapat membuat 65 lubang per menit degan ketelitian ± 0,004”.

d. Mesin High - Production Transfer Press and Others.
Mesin transfer press bekerja untuk produksi seperti Ice cube trays (nampan es batu), tempat oli, dan rumah lampu kendaraan dengan rata - rata 500 - 1500 buah per menit. Cara kerjanya yaitu: bahan dimasukkan pada mesin dari rools, kemudian dipindahkan dari satu posisi ke posisi berikutnya oleh kerja mekanisme.

e. Mesin Press Brake.
mesin press brake yang diatur untuk membentuk lekukan dan shape logam, yang dapat menangani lembaran lebar dan dapat menampung beberapa dies (landasan). Mesin tipe ini khusus untuk memanjangkan, membengkok lurus. Mesin press brake idealnya digunakan untuk pekerjaan Corrugating, seaming, notching, embossing, wiring, atau curling dan membentuk silinder taper tabung.

f. Mesin Shears (Gunting).
Mesin shears (gunting) digolongkan sebagai berikut:

1) Pisau pemotong (blade shear).

2) Billet, atau gunting struktur.

3) Nibbler.
Mesin ini dirancang untuk memotong logam dengan pisau untuk memotong lembaran - lembaran plat. Pisau diperasikan leh pedal kaki, jari menahan pelat yang akan dipotong. Sebelum memotong pelat tentukan garis pemotongan, bila sudah tepat, tekan pedal.

3. Material plate 
Material yang dipergunakan untuk proses stamping ini umumnya adalah material yang mempunyai kekerasan yang rendah , bisa juga dikatakan material golongan low carbon steel, material golongan low carbon steel ini mudah ditekuk, ditekan, dan dibentuk. Contohnya yang banyak dipergunakan adalah : SS41P.

Daftar Pustaka :

Rony Sudarmawan Theryo, “Press Dies Maintenance”, Politeknik Manufaktur Astra.

Hilman, azmi. Perancangan dan Analisis Stamping Dies untuk Pembuatan Produk Bracket Bumper Dengan Proses Press Multi Forging. FTIUG, Depok, 2005.

Baca juga artikel tentang



Demikian yang bisa saya sampaikan tentang Memahami Karakteristik Stamping Proses Pada Dunia Industri, dan tetap safety first dalam penggunaan mesing stamping, karena dalam pengalaman saya bekerja lebih dari 2 tahun sebagai operator mesin stamping khususnya mesin progrresive 80 ton banyak terjadi kecelakaan kerja yang salah satunya karena humman error, dan semoga bisa bermanfaat artikel yang saya tulis bagi para pembaca, dan saya minta bagi yang mau menjadikan rujukan buat tulisannya tolong jangan sekedar mengcopy isi artikel ini tanpa memberikan sumber bagi anda untuk menulis artikel baru mari belajar menghargai tulisan.
loading...
loading...

Please Share

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Memahami Tentang Proses Produksi Dalam Dunia Industri

A. Proses Produksi
Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa Assauri, 1995.
Memahami Tentang Proses Produksi Dalam Dunia Industri

B. Jenis-Jenis Proses Produksi
Jenis-jenis proses produksi ada berbagai macam bila ditinjau dari berbagai segi. Proses produksi dilihat dari wujudnya terbagi menjadi proses kimiawi, proses perubahan bentuk, proses assembling, proses transportasi dan proses penciptaan jasa-jasa adminstrasi Ahyari, 2002. Proses produksi dilihat dari arus atau flow bahan mentah sampai menjadi produk akhir, terbagi menjadi dua yaitu proses produksi terus-menerus (Continous processes) dan proses produksi terputus - putus (Intermettent processes). Perusahaan menggunakan proses produksi terus-menerus apabila di dalam perusahaan terdapat urutan-urutan yang pasti sejak dari bahan mentah sampai proses produksi akhir. Proses produksi terputus-putus apabila tidak terdapat urutan atau pola yang pasti dari bahan baku sampai dengan menjadi produk akhir atau urutan selalu berubah Ahyari, 2002.

Penentuan tipe produksi didasarkan pada faktor-faktor seperti:
  • Volume atau jumlah produk yang akan dihasilkan.
  • Kualitas produk yang diisyaratkan
  • Peralatan yang tersedia untuk melaksanakan proses.
Berdasarkan pertimbangan cermat mengenai faktor-faktor tersebut ditetapkan tipe proses produksi yang paling cocok untuk setiap situasi produksi. Macam tipe proses produksi dari berbagai industri dapat dibedakan sebagai berikut Yamit, 2002 :

a. Proses Produksi Terus – menerus.
Proses produksi terus - menerus adalah proses produksi barang atas dasar aliran produk dari satu operasi ke operasi berikutnya tanpa penumpukan disuatu titik dalam proses. Pada umumnya industri yang cocok dengan tipe ini adalah yang memiliki karakteristik yaitu output direncanakan dalam jumlah besar, variasi atau jenis produk yang dihasilkan rendah dan produk bersifat standar.

b. Proses Produksi Terputus – putus.
Produk diproses dalam kumpulan produk bukan atas dasar aliran terus-menerus dalam proses produk ini. Perusahaan yang menggunakan tipe ini biasanya terdapat sekumpulan atau lebih komponen yang akan diproses atau menunggu untuk diproses, sehingga lebih banyak memerlukan persediaan barang dalam proses.

c. Proses Produksi Campuran.
Proses produksi ini merupakan penggabungan dari proses produksi terus-menerus dan terputus-putus. Penggabungan ini digunakan berdasarkan kenyataan bahwa setiap perusahaan berusaha untuk memanfaatkan kapasitas secara penuh.
loading...
loading...

Please Share

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More